Logo Header Antaranews Sumbar

Tim Gabungan Agam evakuasi 12 warga terjebak banjir di Palembayan (Video)

Minggu, 23 November 2025 21:41 WIB
Image Print
Tim Gabungan Agam sedang mengevakuasi korban terjebak banjir. Dok ANTARA/HO/BPBD Agam

Lubukbasung (ANTARA) - Tim Gabungan Pemerintah Kabupaten Agam, Sumatera Barat melakukan evakuasi sebanyak 12 warga yang terjebak banjir saat berada di kebun usai Sungai Batang Nanggang di Jorong Tapian Kandis, Nagari Silareh Aia Barat, Kecamatan Palembayan, Minggu.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Agam, Abdul Ghafur di Lubuk Basung, Minggu, mengatakan tim gabungan yang melakukan evakuasi korban berasal dari BPBD Agam, Basarnas, Palang Merah Indonesian (PMI) Agam, pihak nagari dan masyarakat.

"Evakuasi korban menggunakan perahu dan evakuasi sudah selesai dilakukan," katanya.

Ia mengatakan dari 12 korban tersebut, tiga diantaranya tidak mau dievakuasi karena membawa bekal logistik untuk satu minggu tinggal di pondok kebun miliknya.

Ketiga korban itu merupakan satu keluarga atas nama Edi (27) warga Sikabau, Jorong Tapian Kayu Pasak Selatan, Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Rita (25) dan Herman (2).

Sementara sembilan korban yang dievakuasi atas nama Dasman (35), Daren (65), Dolianto (38), Amir (60), Farel (13), Peri (36), Aril (16), Deni (45) dan Yeni (40).

"Kesembilan korban merupakan warga Tapian Kandih, Nagari Salareh Aia Barat, Kecamatan Palembayan," katanya.

Ia menambahkan upaya penyelamatan 12 korban terjebak banjir akibat meluapnya sungai batang Nanggang dilakukan sejak pukul 16.00 WIB,

Mereka terjebak di pondok kebunnya semenjak Sabtu (22/11) sore.

Air Sungai Batang Nanggang tersebut meluap karena tingginya intensitas curah hujan semenjak beberapa hari terakhir yang menyebabkan para petani yang beraktivitas di kebun seberang sungai tidak bisa menyeberangi sungai.

"Pada Sabtu (22/11), korban sedang berada di area kebun dan saat itu terjadi curah hujan yang tinggi hingga menyebabkan air sungai meluap hingga ke area kebun mereka yang mengakibatkan korban terjebak. Saat awal kejadian korban masih bisa berkomunikasi dengan warga dan pada Minggu (23/11), korban dinyatakan putus kontak," katanya.




Pewarta:
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026