Logo Header Antaranews Sumbar

Haiyan Batasi Pertumbuhan Ekonomi Filipina Tujuh Persen

Kamis, 28 November 2013 18:26 WIB
Image Print

Manila, (Antara/AFP) - Perekonomian Filipina diperkirakan akan tumbuh sekitar tujuh persen pada 2013, karena ekspansi pada periode Oktober-Desember terhambat oleh topan Haiyan yang menghancurkan pada bulan ini. Menteri Perencanaan Ekonomi Arsenio Balisacan, Kamis, mengatakan super topan Haiyan akan memangkas hingga 0,8 persentase poin dari pertumbuhan produk domestik bruto di kuartal terakhir tahun ini. Pernyataannya muncul ketika data resmi menunjukkan ekonomi , salah satu berkinerja terbaik di Asia, ekspansi tujuh persen dalam tiga bulan hingga akhir September. Itu dibandingkan dengan 7,1 persen median perkiraan para ekonom yang disurvei oleh Wall Street Journal. "Kami bekerja dengan sangat baik. Bahkan dengan perlambatan pertumbuhan karena (super topan) Haiyan, pertumbuhan (tahun-penuh) 7,0 persen 'bisa dicapai' dengan asumsi tidak ada bencana lagi," kata Balisacan dalam konferensi pers. Ini, lanjutnya, masih akan membuat Filipina salah satu ekonomi dengan pertumbuhan tercepat di dunia, di belakang China. Sebelum dilanda Haiyan, para pejabat telah yakin negara itu akan melampaui target pertumbuhan setahun penuh pemerintah 6,0-7,0 persen, karena ekspansi yang cepat di semester pertama. Kerusakan dari topan pada 8 November yang para pejabat katakan lebih dari 7.000 orang tewas atau hilang akan memotong pertumbuhan PDB pada periode Oktober-Desember sebesar 0,3-0,8 persentase poin, kata Balisacan. Pertumbuhan untuk tiga bulan terakhir sekarang diperkirakan sekitar 7,0 persen. Ekonomi tumbuh 7,4 persen dalam sembilan bulan pertama tahun ini, naik dari 6,7 persen pada periode yang sama tahun lalu, kata Jose Albert, sekretaris jenderal Badan Koordinasi Statistik Nasional, mengatakan dalam konferensi pers. Sebuah ledakan properti dan sektor jasa merupakan pendorong utama dari ekspansi ekonomi, katanya. (*/jno)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026