
Kapolresta: Demonstran Jangan Anarkis

Padang, (Antara) - Kapolresta Padang AKBP Wisnu Andayana menyatakan, para demonstran diminta untuk tidak anarkis dalam melakukan aksi demo penolakan pembangunan Super Blok Lippo Group di kota itu. "Massa diminta untuk tidak melakukan tindakan anarkis, tidak mengganggu kepentingan umum dan lalu lintas. Jika berujung anarkis, petugas tidak segan untuk menindak tegas maupun memproses hukum," kata Wisnu Andayana, di Padang. Menurut dia, masyarakat tidak perlu khawatir dengan unjuk rasa yang berlangsung karena pihaknya memberikan jaminan keamanan. "Masyarakat tidak perlu resah dengan adanya aksi demo dilakukan ormas Islam terkait penolakan pembangunan Super Blok Lippo Gruop," tambahnya. Aksi demo tersebut besar kemungkinan akan terjadi kemacetan di beberapa ruas jalan yang ada di Kota Padang. "Namun pihaknya sudah mengantisipasi dengan cara melakukan pengalihan arus lalu lintas," jelas Wisnu. Dia mengatakan, aksi demo penolakan pembangunan Super Blok Lippo Group oleh sejumlah Organisasi Masyarakat (Ormas). "Massa yang akan melakukan demo berjumlah 4.000 orang diantaranya dari Front Pembela Islam (FPI), Mahasiswa Uninersitas Andalas (Unand) Padang dan Ormas Islam, MUI Sumbar," katanya. Menurut dia, ada ribuan personel yang diturunkan untuk pengaman aksi demo sejumlah ormas Islam terkait penolakan pembangunan Super Blok Lippo Gruop tersebut. "Ada ribuan personel polisi yang dikerahkan untuk mengawal dan mengamankan demo," tambahnya. Personel yang diturunkan yakni Satuan (Sat) Intelkam, Sat Reskrim, Tim Gegana, Polda Sumbar, serta Shabara Polda Sumbar. Mereka disebar di gedung DPRD Padang. "Untuk pengamanan itu mengedepankan preventif, persuasif, serta humanis," katanya. Wisnu berharap, kepada seluruh pejabat yang menerima aspirasi ormas ketika melakukan aksi demo agar memberikan solusi terbaik demi keamanan Kota Padang. (*/zon)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
