Logo Header Antaranews Sumbar

Tim PKM Undhari dampingi IKM Keripik Tempe Sungai Langkok teknik pelabelan berbasis Website

Senin, 17 Agustus 2026 13:34 WIB
Image Print

Padang (ANTARA) - Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Dosen bersama mahasiswa program studi hukum Universitas Dharmas Indonesia (Undhari) mendampingi IKM keripik tempe di Kenagarian Sungai Langkok, Dharmasraya.

Pendampingan dan pelatihan tersebut adalah tentang teknik pelabelan dan pemasaran produk berbasis website, uang didukung oleh Kementerian Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi pada 2026.

Kegiatan pengabdian itu diprakarsai oleh Ainul Badri M H, Fenisi Resty M M, dan Dian Estu Prasetyo M Pd yang mendapatkan hibah pengabdian masyarakat pemula (PMP) 2026 dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat.

"Kegiatan diikuti oleh para pelaku usaha keripik tempe yang selama ini telah menjalankan usaha secara mandiri namun masih menghadapi berbagai tantangan," kata Ainul Badri di Dharmasraya, di Padang, Senin.

Ia mengidentifikasi berbagai tantangan dalam usaha terutama dalam aspek desain label, penyajian informasi produk, dan pemasaran yang masih bergantung pada penjualan secara langsung.

Kondisi tersebut menjadi perhatian tim Pengabdian kepada Masyarakat untuk memberikan solusi yang aplikatif dan sesuai dengan kebutuhan pelaku usaha.

Rangkaian kegiatan diawali dengan penyampaian materi mengenai pentingnya label produk sebagai identitas usaha sekaligus media komunikasi kepada konsumen.

Peserta diberikan pemahaman mengenai unsur-unsur yang harus terdapat pada label produk, seperti nama produk, merek, komposisi, berat bersih, informasi produsen, tanggal kedaluwarsa, serta desain visual yang menarik dan mudah dikenali.

Tim pengabdian juga menjelaskan pentingnya kemasan dan label dalam membangun kepercayaan konsumen serta meningkatkan nilai jual produk.

Selanjutnya peserta memperoleh pelatihan mengenai strategi pemasaran digital berbasis website, materi yang diberikan meliputi pengenalan pemasaran digital, pemanfaatan website sebagai media promosi.

Penyusunan katalog produk secara daring, teknik membuat deskripsi produk yang menarik, hingga strategi memperluas jangkauan pasar melalui integrasi dengan media sosial.

Peserta juga diperkenalkan pada konsep branding digital agar mampu membangun citra produk yang lebih profesional.Tidak hanya berupa pelatihan, kegiatan itu juga dilengkapi dengan sesi pendampingan.

Tim Pengabdian kepada Masyarakat mendampingi setiap pelaku IKM dalam menyusun desain label sesuai karakteristik produknya.

"Peserta dibimbing untuk menampilkan produk mereka pada media pemasaran berbasis website sehingga dapat diakses oleh calon konsumen dengan lebih mudah," katanya.

Pendampingan dilakukan secara langsung agar setiap peserta mampu mengoperasikan media pemasaran digital secara mandiri.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Para pelaku IKM aktif berdiskusi mengenai kendala yang dihadapi dalam memasarkan produk, mulai dari keterbatasan promosi hingga persaingan dengan produk sejenis.

Melalui sesi tanya jawab dan praktik peserta memperoleh berbagai solusi yang dapat diterapkan sesuai kondisi usaha masing-masing.

Ketua tim Pengabdian kepada Masyarakat menyampaikan bahwa transformasi digital merupakan salah satu langkah penting bagi pelaku usaha mikro agar mampu bertahan dan berkembang di tengah persaingan pasar yang semakin kompetitif.

Penggunaan label yang informatif dan menarik harus diiringi dengan strategi pemasaran digital yang tepat sehingga produk lokal memiliki peluang lebih besar untuk dikenal masyarakat luas.

Perwakilan pelaku IKM menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut.

Mereka berharap pendampingan dapat terus berlanjut sehingga kemampuan pelaku usaha dalam memanfaatkan teknologi digital semakin meningkat dan berdampak pada peningkatan penjualan serta kesejahteraan masyarakat.

Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini diharapkan IKM Keripik Tempe Kenagarian Sungai Langkok mampu menghasilkan produk yang memiliki identitas yang kuat, kemasan yang lebih menarik, serta sistem pemasaran yang lebih modern.

Dengan begitu maka produk unggulan daerah tidak hanya mampu bersaing di pasar lokal, tetapi juga memiliki peluang untuk menjangkau pasar yang lebih luas melalui media digital.



Pewarta:
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026