
Arindha, anak muda Sawahlunto yang adaptif dan inovatif di ajang nasional

Sawahlunto (ANTARA) - Delegasi asal Kota Sawahlunto, Provinsi Sumatera Barat dalam Program Pertukaran Pemuda Antar Provinsi (PPAP) 2025, Arindha Sukma, menilai kemampuan adaptif, kolaboratif, dan solutif menjadi kunci keberhasilan generasi muda menghadapi tantangan zaman dan kondisi anggaran daerah.
“Keberhasilan pemuda tidak hanya soal kemampuan individu, tetapi juga kemampuan bekerja sama, menghargai perbedaan, dan cepat menyesuaikan diri,” kata Arindha Sukma, di Sawahlunto, Rabu.
Selama mengikuti PPAP di Provinsi Kalimantan Tengah, Arindha mengaku tantangan terbesar yang ia hadapi adalah menyesuaikan diri dengan lingkungan dan budaya baru, sekaligus membangun komunikasi efektif dengan peserta dari berbagai provinsi.
"Program ini menguji kemampuan adaptasi, manajemen waktu, dan kolaborasi saya. Saya belajar banyak dari keberagaman budaya, pendapat, pola pikir dan metode kerja,” katanya.
Arindha menyebut, pemuda Sawahlunto harus berani bersikap mandiri, pragmatis, dan inovatif agar mampu bersaing. Literasi digital dan kemampuan membangun jejaring, menurutnya, menjadi keterampilan penting untuk menjawab tantangan dunia kerja dan wirausaha masa kini.
"Pemuda sekarang harus berani memulai usaha baru karena lapangan kerja semakin terbatas. Mental wirausaha dan kemampuan komunikasi itu penting,” kata dia.
Dalam kegiatan itu, Arindha turut memperkenalkan usaha ekonomi kreatif miliknya, Mojao.Art, yang mengangkat Wastra Songket Silungkang menjadi busana modern agar lebih dekat dengan selera generasi muda.
Menurutnya, banyak peserta dari daerah lain yang kagum terhadap warisan pertambangan dan sejarah Sawahlunto. Pengalaman itu membuatnya semakin yakin bahwa warisan budaya lokal dapat menjadi kekuatan ekonomi daerah bila dikelola dengan kreatif.
"Dari luar, Sawahlunto dipandang sebagai kota yang unik karena sejarah dan semangat pemudanya. Ini peluang besar untuk dikembangkan,” katanya.
Arindha juga mengungkapkan pelajaran paling berharga dari PPAP adalah melihat bagaimana sejumlah daerah lain secara sistematis memberdayakan pemuda agar menjadi bagian dari perencanaan pembangunan.
"Kuncinya adalah kolaborasi dan dukungan kebijakan. Kalau diberi ruang dan kepercayaan, pemuda akan berbuat banyak,” kata dia.
Terkait kondisi Sawahlunto yang tengah menghadapi keterbatasan anggaran, Arindha tetap optimistis bahwa kreativitas dan kolaborasi bisa menjadi motor utama pembangunan.
“Anggaran boleh terbatas, tapi potensi lokal dan inovasi tidak. Yang penting kegiatan kita berdampak nyata,” katanya.
Kemudian, Arindha mengajak generasi muda meneladani semangat pahlawan nasional asal Sawahlunto, Prof. Mohammad Yamin, S.H., sebagai inspirasi untuk berkarya dan berkontribusi bagi bangsa.
"Semangat Yamin bukan hanya sejarah. Ia hidup di setiap pemuda yang mau berbuat. Tidak perlu berteriak cinta Indonesia, cukup tunjukkan lewat tindakan kecil yang membawa arti,” kata Arindha.
Pewarta: Yudha Ahada
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026
