
Pemkab Agam gencar sosialisasi cegah penyalahgunaan narkotika

Lubuk Basung (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Agam, Sumatera Barat gencar melakukan sosialisasi ke sekolah, tempat ibadah dan kantor nagari atau desa dalam mencegah penyalahgunaan narkotika bagi generasi muda di daerah itu.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Agam, Bambang Warsito di Lubuk Basung, Selasa, mengatakan sosialisasi itu dilakukan di sekolah saat upacara bendera setiap Senin pagi, masjid atau mushalla dan kantor nagari.
"Kami sengaja meminta jadwal ke pihak sekolah agar bisa menjadi inspektur upacara setiap Senen dan saat itu menyampaikan bahaya laten narkotika," katanya.
Ia menambahkan untuk tempat ibadah telah diadakan di Kecamatan Lubuk Basung dua kegiatan dan Kecamatan Tanjung Raya satu kegiatan.
Setelah itu, sosialisasi bahaya narkotika di kantor nagari saat
ada kegiatan di pemerintah nagari tersebut.
Dalam sosialisasi itu, generasi muda diminta untuk menjauhi dan meminta jangan pernah mengkonsumsi barang haram itu
"Kita menyediakan hadiah bagi peserta yang memberikan pertanyaan dan ini bentuk apresiasi kita kepada peserta," katanya.
Ia menambahkan sosialisasi bahaya narkotika di tiga tempat itu dalam rangka agar generasi muda bisa terhindar dari penyalahgunaan narkotika tersebut.
"Ini terus dilakukan dan berharap dukungan dari semua pihak agar generasi muda bisa terhindar dari penyalahgunaan narkotika demi masa depan mereka," katanya.
Ia mengakui kasus penyalahgunaan narkotika di Agam sebanyak 63 kasus selama 2024 dan pada 2023 meningkatkan menjadi 67 kasus.
Data pengungkapan kasus tersebut berasal dari Polres Agam dan Polres Bukittinggi, karena 16 kecamatan di Kabupaten Agam berada di wilayah hukum Polres tersebut.
Kasus terbanyak di Kecamatan Lubuk Basung sebanyak 21 kasus pada 2024 dan 13 kasus pada 2023.
"Untuk tahun ini kasus penyalahgunaan narkotika belum diterima dari Polres Agam dan Polres Bukittinggi, karena data baru diterima pada Januari 2026," katanya.
Pewarta: Yusrizal
Uploader: Jefri Doni
COPYRIGHT © ANTARA 2026
