
Kapolri Lepas Satgas Perdamaian ke Sudan

Jakarta, (Antara) - Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Jenderal Polisi Sutarman melepas 140 personel yang tergabung dalam Satuan Tugas Formed Police Unit Indonesia VI ke Darfur, Sudan, guna mengemban misi perdamaian bersama Perserikatan Bangsa-Bangsa. "Kami sudah setahun melakukan persiapan, penguatan lapangan, peralatan, senjata, kendaraan dan misi kemanusiaan serta misi penyelamatan, itu seluruhnya kami latih dengan baik," kata Sutarman seusai melepas Satgas FPU VI ke Darfur, Sudan, dalam misi PBB di Ruang Rapat Utama Mabes Polri, Jakarta, Senin. Dalam misi tahunan itu, hingga kini Polri telah mengirim enam kontingen yang dalam tugasnya berafiliasi dengan United Nations Hybrid Operation in Darfur (UNAMID) ke Darfur, Sudan. Sutarman berharap anggota yang telah dibekali kemampuan teknis itu bisa membantu PBB menjaga keamanan dan ketertiban dalam tugas tersebut. "Ini misi keenam, kami harap yang terbaik. Untuk tim sebelumnya, PBB dan masyarakat setempat sendiri mengapresiasi kita sebagai kontingen terbaik," katanya. Menurut jenderal bintang empat itu, dalam mengemban misi perdamaian bersama PBB itu, anggota diharapkan bisa menambah pengalaman bertugas mereka. "Minimal dia akan miliki pengalaman yang cukup dibanding yang lain. Bagaimana atasi konflik, kekerasan, itu bekal bagi pengalaman, karir dan penugasan (mereka)," ujarnya. Duta Besar Sudan untuk Indonesia, Siddiq Abdul Rahman dalam kesempatan yang sama menyatakan apresiasinya terhadap kontingen Indonesia yang bertugas di Darfur, Sudan. "Bukan hanya misi perdamaian, tapi juga pembangunan komunitas. Saya mengunjungi kontingen Indonesia di Darfur dan melihat mereka bekerja memajukan komunitas di sana. Ini melampaui misi UNAMID," ujarnya. Menurutnya, peran PBB saat ini adalah bagaimana menjaga perdamaian dunia dan Indonesia telah sukses mencapai keduanya dan berharap bisa melakukan lebih dalam pembangunan komunitas. (*/jno)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
