Logo Header Antaranews Sumbar

Smart Teen, Smart Supplement, Tim PkM Unbrah edukasi remaja gunakan vitamin dan suplemen secara rasional

Kamis, 1 Oktober 2026 18:47 WIB
Image Print
Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Universitas Baiturrahmah melaksanakan program “Smart Teen, Smart Supplement: Edukasi Penggunaan Vitamin dan Suplemen pada Remaja” di SMP Negeri 27 Padang.  (ANTARA/HO-Unbrah)

Padang (ANTARA) - Penggunaan vitamin dan suplemen semakin dekat dengan kehidupan remaja seiring berkembangnya tren hidup sehat. Media sosial dan kemudahan memperoleh informasi kesehatan turut memengaruhi keputusan remaja dalam memilih produk kesehatan.

Namun, konsumsi vitamin dan suplemen tanpa memahami dosis, manfaat, aturan penggunaan, dan efek samping dapat menimbulkan risiko. Remaja karena itu membutuhkan literasi kesehatan agar mampu menggunakannya secara tepat dan rasional.

Atas latar belakang tersebut, tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Universitas Baiturrahmah melaksanakan program “Smart Teen, Smart Supplement: Edukasi Penggunaan Vitamin dan Suplemen pada Remaja” di SMP Negeri 27 Padang.

Tim PkM diketuai apt. Cindy Elvionita, M.Clin.Pharm., dengan anggota Putri Engla Pasalina, S.ST., M.Keb., apt. Siska Ferilda, M.Farm., drg. Intan Kamala Aisyiah, MARS., Bdn. Rahmi Melfa Widodo, S.ST., M.Kes., dan apt. Tessa Amanda Primadhini, M.Farm. Kegiatan turut melibatkan mahasiswa Syifa Azliany, Nazwa Azlila Dahlimin, dan Sahwa Divva Diandra.

Kegiatan dilaksanakan pada Senin, 28 September 2026 di SMP Negeri 27 Padang dengan sasaran sebanyak 40 siswa dan siswi. Program diarahkan untuk meningkatkan pengetahuan dan literasi kesehatan remaja mengenai penggunaan vitamin dan suplemen secara aman, tepat, dan rasional.

Program ini dilatarbelakangi masih ditemukannya remaja yang mengonsumsi vitamin atau suplemen tanpa memperoleh informasi memadai dari tenaga kesehatan. Pemilihan produk antara lain dipengaruhi rekomendasi teman, keluarga, media sosial, maupun iklan digital.

Dalam pelaksanaannya, tim memberikan edukasi mengenai jenis vitamin dan suplemen, manfaat, aturan konsumsi, dosis, keamanan, efek samping, serta risiko penggunaan secara berlebihan. Peserta juga diberikan pemahaman bahwa suplemen perlu digunakan sesuai kebutuhan dan bukan dikonsumsi secara sembarangan.

Edukasi turut meluruskan anggapan bahwa semakin banyak vitamin dikonsumsi maka semakin cepat pula kesehatan dan daya tahan tubuh meningkat. Penggunaan secara berlebihan justru dapat menimbulkan efek samping, termasuk risiko overdosis vitamin tertentu dan interaksi dengan obat.

Tim PkM juga menekankan bahwa pemenuhan kebutuhan gizi seimbang tetap menjadi dasar utama dalam menjaga kesehatan tubuh. Vitamin dan suplemen tidak ditempatkan sebagai pengganti pola makan sehat, tetapi dipahami penggunaannya sesuai kebutuhan dan aturan yang tepat.

Aspek literasi digital menjadi bagian penting dalam kegiatan. Remaja dibekali pemahaman agar tidak langsung mempercayai klaim mengenai vitamin dan suplemen yang ditemukan melalui media sosial, iklan digital, maupun rekomendasi teman tanpa mempertimbangkan kebenaran informasi kesehatan tersebut.

Penyampaian materi dilakukan melalui penyuluhan interaktif, diskusi kelompok, dan permainan edukatif. Pendekatan komunikatif digunakan untuk mendorong siswa terlibat aktif sekaligus memberikan ruang untuk membahas kebiasaan penggunaan vitamin dan suplemen yang dekat dengan kehidupan mereka.

Media edukasi berupa leaflet, poster, dan materi visual turut digunakan untuk membantu peserta memahami informasi secara lebih sederhana dan menarik. Dokumentasi kegiatan juga memperlihatkan proses edukasi berlangsung secara interaktif dengan pemanfaatan presentasi digital di hadapan para siswa.

Untuk mengetahui perubahan pemahaman peserta, kegiatan dilengkapi pre-test dan post-test. Evaluasi tersebut digunakan untuk melihat peningkatan pengetahuan siswa mengenai fungsi vitamin dan suplemen, aturan penggunaan, serta risiko yang dapat muncul akibat konsumsi yang tidak rasional.

Melalui “Smart Teen, Smart Supplement”, tim PkM Unbrah berupaya membangun generasi muda yang lebih kritis dalam memilih dan menggunakan produk kesehatan. Remaja diharapkan mampu memilah informasi, memahami kebutuhan tubuh, serta tidak mudah terpengaruh tren penggunaan suplemen di media sosial.

Program ini sekaligus menjadi bagian dari upaya promotif dan preventif dalam meningkatkan kesehatan remaja. Keterlibatan mahasiswa juga memperkuat implementasi pengabdian kepada masyarakat sekaligus memberikan pengalaman dalam penyelenggaraan edukasi kesehatan secara langsung.

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini mendukung pencapaian SDGs 3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui peningkatan pengetahuan, literasi kesehatan, dan kesadaran remaja dalam menggunakan vitamin dan suplemen secara aman, tepat, dan rasional.*

Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Universitas Baiturrahmah melaksanakan program “Smart Teen, Smart Supplement: Edukasi Penggunaan Vitamin dan Suplemen pada Remaja” di SMP Negeri 27 Padang. (ANTARA/HO-Unbrah)



Pewarta:
Editor: Miko Elfisha
COPYRIGHT © ANTARA 2026