Logo Header Antaranews Sumbar

Beberapa risiko kesehatan bisa ditekan dengan rutin donor darah

Minggu, 28 September 2025 17:55 WIB
Image Print
Ilustrasi - Kegiatan donor darah dalam rangka memperingati Hari Palang Merah Indonesia. ANTARA/Ari Bowo Sucipto.

Stres oksidatif merupakan kondisi kerusakan jaringan akibat paparan radikal bebas yang dapat memicu berbagai penyakit berbahaya, termasuk kerusakan pembuluh darah.

Meskipun memiliki manfaat besar, donor darah dapat menimbulkan efek samping ringan dan bersifat sementara, seperti pusing, lemas, atau sedikit memar di area suntikan.

Namun, ia menegaskan bahwa risiko tersebut dapat diminimalisir dengan istirahat yang cukup serta asupan cairan dan gizi yang memadai sebelum maupun sesudah donor.

Helsa juga menepis kekhawatiran terkait penularan infeksi, sebab semua peralatan yang digunakan dalam proses donor darah dipastikan steril dan hanya untuk sekali pakai.

Untuk menjaga kondisi tubuh tetap prima, ia menyarankan interval donor darah ideal adalah setiap tiga bulan bagi pria dan empat bulan bagi wanita.

 

"Perbedaan interval tersebut disebabkan karena cadangan zat besi pada wanita umumnya lebih rendah dibandingkan pria, serta adanya siklus menstruasi setiap bulan," demikian Helsa.



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Dokter: Rutin donor darah turunkan risiko penyakit jantung dan stroke

 



Pewarta:
Editor: Syarif Abdullah
COPYRIGHT © ANTARA 2026