
Hati-hati saat melaju di jalur "one way"

Padang (ANTARA) - Sistem pengaturan lalu lintas yang dengan memberlakukan "one way traffic" merupakan salah satu cara pengurai kepadatan arus lalu lintas pada momen-momen tertentu seperti akhir pekan, arus mudik atau saat terjadi hambatan arus lalu lintas seperti kecelakaan atau bencana alam.
Namun ada beberapa hal yang harus diperhatikan saat melaju di jalur one way baik itu yang diberlakukan di jalan tol maupun di jalan raya.
Dengan sistem one way arus lalu lintas dijadikan satu jalur, sedangkan dari arah berlawanan dihentikan sesuai jadwal tertentu bisa 15 menit sekali atau 30 menit sekali. Yang lazim adalah 30 menit sekali termasuk zeda waktu penyisiran atau sterilisasi jalur.
Karena menjadi satu arah, maka akan terjadi peningkatan kecepatan laju kendaraan sehingga pengemudi harus berhati-hati. Khususnya di jalan raya , harus diantisipasi kendaraan roda dua yang juga ikut melaju.
Di jalur one way, pengemudi harus disiplin dan fokus karena arus dengan sistem itu sangat dinamis. Selain kecepatan meningkat juga harus mengantisipasi rambu-rambu lalu lintas terutama saat memasuki belokan.
Untuk beberapa kasus, pengemudi éforia, setelah macet atau mengantre, langsung tancap gas saat one way. Kondisi ini harus dihindari karena bisa membahayakan pengendara lain, sesuaikan kecepatan dengan baik dan tidak melakukan manuver yang tidak perlu seperti melaju zigzag atau memaksakan gas saat ada turunan.
Selalu menjaga jarak aman kendaraan, sehingga masih ada waktu dan jarak yang cukup untuk melakukan pengereman mendadak.
Senantiasa melakukan salip atau mendahului kendaraan dari sebelah kanan dan memberikan klakson untuk memastikan keberadaan kendaraan kita diketahui pengendara di depan.
Khusus untuk pengendara sepeda motor, saat berlaku one way selalu di sebelah kiri dan tidak direkomendasikan zigzag di bagian tengah karena akan sangat berbahaya. Pastikan kendaraan bisa berakselerasi dengan baik dan normal.
Selalu mematuhi rambu lalu lintas dan petugas di jlur yang dilintasi, terutama untuk menurunkan kecepatan kendaraan saat memasuki kelokan atau titik keramaian yang dilintasi.
Contraflow
Selain one way, ada juga sistem pengendalian arus lalu lintas dengan menggunakan contaflow. Hal ini dilakukan bisa di salah satu jalur tol terjadi gangguan atau tersendat.
Conftraflow dilakukan dengan mengalirkan lalu lintas menggunakan jalur dari arah berlawanan dengan menggunakan pembatas tali atau traffic cone.
Di jalur contraflow tidak direkomendasikan menginjak pedal gas dalam-dalam karena kondisinya dari arah berlawanan masih ada kendaraan yang melintas. Pemisahan jalur biasanya dilakukan darurat sehingga perlu kedisiplinan pengendara.
Tidak diperkenankan melakukan penyalipan kaluar dari jalur contra flow karena sangat berbahaya, kendati dari awah berlawanan tidak ada kendaraan yang melintas.
Intinya, melintas di jalur one way dan contraflow harus meningkatkan kehati-hatian, disiplin, fokus serta mengikuti rambu dan arahan petugas di sepanjang jalur.
Pewarta: Pewarta Sumbar
Editor: Syarif Abdullah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
