Simpang Empat (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasaman Barat, Sumatera Barat (Sumbar), minta ke Badan Gizi Nasional (BGN) dan yayasan agar siswa di daerah terisolir bisa juga menikmati Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
"Hari ini Program MBG resmi diluncurkan di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Aua Kuniang Kecamatan Pasaman oleh Yayasan Andalas Bumi Pasaman Barat. Kedepannya banyak yang akan menyusul. Kita berharap daerah terisolir harus menjadi perhatian," kata Bupati Pasaman Barat Yulianto di Simpang Empat, Senin.
Menurutnya, penempatan SPPG dekat dari jangkauan daerah terisolir perlu diperhatikan, termasuk cara pendistribusiannya.
"Kita mendorong BGN memperhatikan ini. Koordinasi akan kita tingkatkan kedepannya," kata Yuliarto.
Pihaknya mendorong pendirian dapur MBG dekat daerah terisolir atau nanti jika memang medan jalannya sulit maka bisa menggunakan sepeda motor.
"Tentu menyesuaikan daerah yang ada. Jika memungkinkan menggunakan sepeda motor dan boleh secara aturan tentu bisa digunakan nantinya," sebut Yuliarto.
Dia mengatakan dengan adanya SPPG yang telah memulai menyalurkan Program MBG maka akan menyusul yang lainnya.
"Informasinya dalam waktu dekat ada SPPG di Kecamatan Sungai Aur yang akan segera launching dalam waktu dekat ini," ujarnya.
Dia menekankan kepada penyedia MBG agar memperhatikan gizi, kehigienisan, dan ketepatan waktu makannya bagi siswa.
Data dari Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Pasaman Barat, sebanyak 76.423 siswa di daerah itu akan menjadi sasaran Program MBG.
Kepala Bidang Pendidikan Anak Usia Dini Disdik Pasaman Barat Syamsul Bahri mengatakan dari 76.423 siswa itu terdiri dari siswa Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) sebanyak 8.723 anak, siswa Sekolah Dasar (SD) sebanyak 52.185 anak, dan siswa SMP sebanyak 15.515 anak.
