Parik Malintang (ANTARA) - Sebanyak 103 unit koperasi merah putih yang telah terbentuk di Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat masih mencari bidang usaha yang potensial dikembangkan di daerahnya masing-masing agar usaha yang dijalankan berdampak ekonomi bagi anggota.
"Mereka masih melihat-lihat apa usaha yang bagus dikembangkan, dan pengurus koperasi sendiri banyak yang belum mengetahui tugas pokok dan fungsinya," kata Kepala Dinas Perdagangan Tenaga Kerja Koperasi dan UKM Kabupaten Padang Pariaman, Jon Kenedi di Parik Malintang, Senin.
Ia mengatakan ketidaktahuan pengurus koperasi terhadap tugas pokok dan fungsinya tersebut karena mereka belum pernah mengikuti bimbingan teknis (Bimtek) terkait perkoperasian pasca pembentukan.
"Kami menunggu Bimtek yang dilaksanakan kementerian untuk pengurus koperasi merah putih ini," katanya.
Selain diperlukan Bimtek, menurutnya kendala yang dihadapi oleh koperasi tersebut yaitu permodalan bahkan untuk usaha simpan pinjam masih sulit karena pengurus hanya mengumpulkan modal dari simpanan pokok dan simpanan wajib anggota.
Oleh karena itu, lanjutnya setelah musyawarah nagari dan keluarnya badan hukum maka pengurus koperasi tersebut memfokuskan mengurus administrasi mulai dari stempel, plang, surat keputusan pengurus, nomor pokok wajib pajak, serta nomor induk berusaha.
"Kami terus mendampingi koperasi untuk kelengkapan administrasi," ujarnya.
Ia mengatakan koperasi untuk seluruh nagari di Padang Pariaman resmi terbentuk pada 30 Mei yang kemudian dilanjutkan dengan pengurusan badan hukum yang selesai 100 persen pada 30 Juni.
Ia menambahkan pemerintah telah menyediakan tujuh jenis bidang usaha untuk dikembangkan oleh koperasi merah putih di desa-desa. Mulai dari kantor koperasi, kios pengadaan sembako, simpan pinjam, klinik kesehatan, apotek desa, pergudangan atau, dan logistik.
Sebelumnya, Presiden RI Prabowo Subianto meluncurkan kelembagaan 80 ribu unit Koperasi Desa dan Kelurahan (Kopdes/Kopkel) Merah Putih di Desa Bentangan, Wonosari, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Senin.
"Dengan mengucap Bismillahirrahmanirrahim, pada siang hari ini, Senin 21 Juli 2025, saya Prabowo Subianto presiden Republik Indonesia meluncurkan kelembagaan 80.000 koperasi desa dan kelurahan merah putih," ujar Prabowo dipantau dalam siaran langsung kanal YouTube Sekretariat Presiden.
Dalam sambutannya, Presiden mengatakan bahwa koperasi merupakan alat bagi masyarakat dan bangsa yang memiliki kondisi ekonomi lemah untuk membangun kekuatan bersama.
