Logo Header Antaranews Sumbar

BMKG bangun radar pendeteksi tsunami di pantai Pariaman pada Agustus

Kamis, 17 Juli 2025 19:59 WIB
Image Print
Wako Pariaman, Sumbar Yota Balad bersama BMKG meninjau Taman Anas Malik sebagai lokasi pembangunan High-Frequency Radar. Antara/HO-Diskominfo Pariaman 

Pariaman (ANTARA) - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) membangun High-Frequency Radar di Pantai Anas Malik, Kota Pariaman, Sumatera Barat sebagai alat mendeteksi tsunami yang rencana pembangunannya dilaksanakan pada Agustus 2025.

"Radar tersebut diutamakan dipergunakan untuk tsunami, namun juga bisa memantau arus laut bahkan untuk cuaca dan lokasi kumpulan ikan di laut," kata Pelaksana Tugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Pariaman Radius Syahbandar di Pariaman, Kamis.

Ia mengatakan dengan adanya perangkat alat tersebut maka dapat diketahui adanya gelombang tsunami serta perkiraan sampai ke pantai.

Hal tersebut menurutnya dapat membantu masyarakat karena selama ini ketika terjadi gempa di laut maka BMKG hanya bisa mengeluarkan peringatan potensi tsunami sehingga masyarakat segera mengevakuasi diri.

"Jadi dengan radar ini bisa diketahui dengan jelas, apakah ada tsunami atau tidak," katanya.

Selain sebagai mitigasi bencana, lanjutnya radar tersebut dapat membantu meningkatkan perekonomian masyarakat khususnya nelayan karena melalui seperangkat alat itu dapat memantau lokasi ikan.

Ia mengatakan pemasangan radar tersebut akan dilakukan di tepi pantai yang hal itu berdasarkan penghitungan dari BMKG dengan menggunakan alat khusus.

Ia menyampaikan panjang lahan yang digunakan mencapai 300 meter serta untuk bangunan dengan luas beberapa meter guna difungsikan sebagai ruangan untuk penyimpanan barang dan sumber daya.

Diketahui lokasi pembangunan radar tersebut berada di kasawan pantai yang merupakan salah satu objek wisata unggulan di Pariaman sehingga terjadi penolakan dari pedagang yang merupakan warga setempat karena mengganggu lokasi gazebo miliknya.

Sementara itu, Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa Lohong, Eri Gustian mengatakan warga di daerah itu mendukung pembangunan radar pendeteksi tsunami itu karena dapat membantu mereka mengevakuasi diri ketika terjadi bencana.

Namun ia tidak memungkiri adanya penolakan dari warga yang terdampak dari pembangunan radar tersebut. Namun permasalahan itu telah selesai karena warga yang menolak pembangunan radar membuka gazebo miliknya secara mandiri.

"Warga mendukung, yang menolak itu yang terdampak saja," tambahnya



Pewarta:
Uploader: Jefri Doni
COPYRIGHT © ANTARA 2026