Logo Header Antaranews Sumbar

Pemkot Pariaman benahi gazebo di lokasi pemasangan radar pendeteksi tsunami

Kamis, 17 Juli 2025 20:02 WIB
Image Print
Sejumlah anggota Satpol PP Damkar Kota Pariaman, Sumbar mengangkat gazebo milik pedagang di Taman Anas Malik untuk dipindahkan ke lokasi terdekat agar nantinya tidak menggangu sinyal High-Frequency Radar pendeteksi tsunami yang akan dipasang BMKG. ANTARA/Aadiaat M. S. 

Pariaman (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Pariaman, Sumatera Barat membenahi penempatan gazebo milik pedagang di kawasan wisata Taman Anas Malik karena lokasi tersebut rencananya akan dipasang High-Frequency Radar pendeteksi tsunami agar bangunan semi permanen itu tidak menggangu sinyal perangkat tersebut saat dioperasikan.

"Kami membenahi sekitar 30 gazebo, gazebo ini kami pindahkan ke arah daratan, tidak jauh dari lokasi semula sehingga pedagang masih bisa berdagang," kata Kepala Dinas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) dan Pemadam Kebakaran Kota Pariaman Alfian di Pariaman, Kamis.

Pembenahan yang dilaksanakan semenjak Senin (14/7) itu melibatkan puluhan anggota Satpol-PP serta organisasi perangkat daerah terkait serta didampingi oleh TNI dan Polisi setempat.

Ia menjelaskan pembenahan itu dilakukan karena Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) sebagai pihak yang memiliki radar tersebut meminta kawasan sepanjang 300 meter di bibir pantai harus bebas dari bangunan karena dapat mengganggu sinyal.

"Beraktivitas di kawasan radar boleh karena tidak berbahaya bagi tubuh manusia, tapi lokasi ini harus bebas dari bangunan," katanya.

Selain itu, lanjutnya BMKG juga membolehkan adanya aktivitas manusia berupa wisata, makan dan minum baik dengan menggunakan kursi maupun lesehan di kawasan itu.

"Dalam pemahaman kami gezebo juga ada aktivitas lesehan, tapi bentuknya sudah berupa bangunan semi permanen, sehingga harus dibenahi," ujarnya.

Diketahui saat pembenahan pihaknya sempat mendapatkan penolakan dari pedagang yang terdampak dari pemasangan perangkat radar tersebut namun setelah sosialisasi dari BMKG maka pedagang dapat memahaminya.

Saat sosialisasi, lanjutnya diketahui BMKG juga tidak memagar kawasan radar sehingga wisatawan dan warga dapat beraktivitas di sekitarnya. Namun, lanjutnya BMKG meminta warga setempat untuk membantu mengawasi perangkat tersebut agar tidak dirusak bahkan dicuri oleh oknum tidak bertanggung jawab.

"Respon masyarakat sangat positif, karena saat sosialisasi masyarakat bisa menanyakan hal-hal yang menjadi kegamangan dan langsung dijawab oleh BMKG," kata dia.

Ia menyampaikan manfaat radar tersebut tidak saja mitigasi bencana tsunami namun juga untuk mengetahui arus laut serta posisi ikan di laut sehingga dapat membantu nelayan setempat.

Selain itu, lanjutnya radar tersebut bisa menambah daya tarik kawasan objek wisata Pantai Taman Anas Malik karena wisatawan akan datang melihat perangkat yang dapat membantu menyelamatkan nyawa manusia ketika terjadi tsunami dan peningkatan perekonomian warga setempat itu.

Sebelumnya, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) membangun High-Frequency Radar di Pantai Anas Malik, Kota Pariaman, Sumatera Barat sebagai alat mendeteksi tsunami yang rencana pembangunannya dilaksanakan pada Agustus 2025.

"Radar tersebut diutamakan dipergunakan untuk tsunami, namun juga bisa memantau arus laut bahkan untuk cuaca dan lokasi kumpulan ikan di laut," kata Pelaksana Tugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Pariaman Radius Syahbandar di Pariaman.

Ia mengatakan dengan adanya perangkat tersebut maka dapat diketahui adanya gelombang tsunami serta perkiraan sampai ke pantai.



Pewarta:
Uploader: Jefri Doni
COPYRIGHT © ANTARA 2026