Logo Header Antaranews Sumbar

Gerilyawan Somalia Bertanggungjawab Atas Pemboman di Mogadishu

Sabtu, 9 November 2013 18:07 WIB
Image Print

Mogadishu, (Antara/Reuters) - Gerilyawan Al Shabaab Sabtu mengaku bertanggung jawab atas pemboman yang menewaskan enamorang Mogadishu di luar satu hotel yang populer pada hari sebelumnya, dan mereka mengatakan para pejabat pemerintah serta pasukan keamanan sengaja ditargetkan. Polisi menduga para gerilyawan berada di balik ledakan,terbaru dalam serangkaian serangan yang sering terjadi di ibu kota Somalia yang menyoroti tantangan pemerintah dalam menghadapi pemulihan ketertiban di satu negara yang terkoyak oleh perang dan kekacauan dua dekade. "Kami berada di balik dua ledakan di hotel itu," kataSheikhAbdiasis Abu Musab, juru bicara operasi militer Al Shabaab kepada Reuters. "Kami menargetkan pejabat pemerintah dan pasukan, danmembunuh 15 dari mereka." Seorang perwira senior polisi mengatakan pada Jumat malam setidaknya enam orang, termasuk empat polisi, tewas ketika diduga bom mobil meledak di luar Hotel Freed, tempat pertemuan yang populerbagi para pejabat. Dia mengatakan bahwa angka kematian bisa meningkat karena beberapa orang cedera serius, namun tidak ada pernyataan mengenai tambahan jumlah kematian pada Sabtu. Al Shabaab, yang diusir dari Mogadishu oleh pasukan penjaga perdamaian Afrika pada tahun 2011, telah mengatakan akan melakukan serangan terhadap pemerintah di ibu kota. Pada September, pemberontak al Shabaab sedikitnya menewaskan 15 orang dan melukai 23 lainnya dalam serangan terhadap satu restoran populer dengan menggunakan sebuah bom mobil dan bom bunuh diri. (*/sun)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026