Logo Header Antaranews Sumbar

Pasukan Uni Afrika Lancarkan Serangan Baru Terhadap Gerilyawan Somalia

Sabtu, 30 Agustus 2014 20:40 WIB
Image Print

Mogadishu, (Antara/AFP) - Pasukan Somalia dan Uni Afrika melancarkan serangan baru terhadap gerilyawan Shebab bertujuan untuk merebut pelabuhan-pelabuhan yang masih dikuasai kelompok garis keras itu, kata para pejabat militer dan pemerintah, Sabtu. "Operasi Samudra India (OIO) dimulai malam lalu, musuh lari dan tentara diterbangkan dan pasukan sejauh ini telah berhasil bergerak maju," kata Abdukadir Mohamed Nur, gubernur wilayah Lower Shabell, Somalia selatan. Para saksi mata melaporkan mereka mendengar suara tembakan senjata berat, serta melihat konvoi tank dan kendaraan lapis baja menuju pangkalan Shebab di Bulomarer, sekitar 160km barat daya ibu kota Mogadishu. Shebab yang punya hubungan dengan Al Qaida masih merupakan pasukan yang kuat dan berbahaya tetapi telah kehilangan sejumlah kota yang direbut pasukan missi Uni Afrika di Somalia (AMISOM) yang berkekuatan 22.000 tentara. AMISOM dan pasuan pemerintah Somalia juga terlihat di jalan-jalan menuju Barawe, pelabuhan penting terakhir yang dikuasai para petempur gerilyAan itu. "Kami sedang menuju kota Bulomarer," tambah Nur. "Operasi-operasi tidak akan dihentikan sampai para petempur Al Qaida itu dilumpuhkan." Pada Januari 2013, pasukan komando Prancis melakukan satu serangan yang merusak kke Bulomarer dalam usaha membebaskan seorang agen rahasia yang disandera. Usaha itu gagal dan menyebabkan dua tentara Prancis tewas dan disandera. "Kami mendengar suara tembakan senjata berat," kata Ali Mohamed, yang tinggal dekat Bulomarer dan menambahkan pertempuran terjadi dekat kota itu. "Saya melihat konvoi militer AMISOM termasuk beberapa tank pagi ini menuju Bulomarer dan Barawe," kata Hussein Mumin , seorang penduduk lokal lainnya. Pelabuhan Barawe di selatan kini adalah salah satu dari beberaoa permukiman penting yang berada dalam kekuasaan mereka, dan penting bagi keuangan Shebab, sebagai pusat utama perdagangan arang bernilai multi jutaan dolar AS. Shebab berperang untuk menggulingkan pemerintah Somalia dukungan internasional, dan secara reguler melancarkan serangan-serangan terhadap target-target pemerintah serta di negara-negara tetangga yang menyumbang tentara pada pasukan Uni Afrika. Pertempuran baru berkobar saat para pekerja PBB dan kemanusiaan memperingatkan daerah-daerah luas Somalia berjuang untuk mengatasi kelaparan dan musim kering, tigatahun setelah kelaparan yang menewaskan lebih dari seperempat juta penduduk negara itu. (*/sun)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026