Logo Header Antaranews Sumbar

Gerilyawan Somalia Membunuh Lima Orang di Mogadishu

Minggu, 14 Juli 2013 07:01 WIB
Image Print

Mogadishu, (Antara/AFP) - Gerilyawan Somalia membunuh setidaknya lima orang, Jumat dalam beberapa serangan di ibu kota Mogadishu, dengan pembom bunuh diri menyerang satu konvoi pasukan Uni Afrika sementara satu granat dilemparkan ke satu hotel. Perwira polisi Ahmed Muktar mengatakan tiga orang tewas ketika sebuah mobil yang membawa bahan peledak menghantam satu konvoi kendaraan lapis baja pasukan Uni Afrika, terbaru dalam serangkaian ledakan di ibu kota yang berbahaya itu. Para petempur Shebab yang punya hubungan dengan Al Qaida mengklaim bahwa para anggota brigade bom bunuh diri mereka melancarkan serangan itu, menyebutnya " satu operasi syuhada yang ditargetkan pada satu konvoi orang kafir". Para petempur kelompok garis keras itu membanggakan dirinya bahwa itu merupakan "salah satu dari banyak yang membuat orang kafir melepaskan semua harapan di Mogadishu," kata mereka dalam satu pernyataan. Dalam tahun-tahun sebelumnya, puasa yang dimulai pekan ini terjadi peningkatan serangan Shebab, dengan pria-pria bersenjata meningkatkan serangan oleh para ulama garis keras. "Saya melihat satu kendaraan melaju kearah konvoi itu, kemudian terdengar satu ledakan keras, gedung-gedung sekitar kejadian itu bergetar akibat ledakan itu," kata Hussein Gure, seorang saksi mata yang sedang mengemudikan kendaraannya ketika mobil itu meledak. Missi Uni Afrika itu mengonfirmasikan satu mobil yang berisi bahan peledak "berusaha menyerang" salah satu dari kendaraan-kendaraan lapis baja mengangkut pasukan di salah satu dari jalan-jalan raya utama MogadisHu,tetapi tidak ada pasukannya yang tewas akibat ledakan itu. Shebab telah melakukan serangan-serangan bom dan pembunuhan yang bertujuan menggulingan pemerintah yang didukung internasional itu. Pada jumat petang, gerilyawan yang tidak dikenal melemparkan satu granat ke hotel Barwago di Mogadishu tengah, menewaskan dua orang dan mencederai setidaknya 10 orang. "Ada satu ledakan kuat, ada yang cedera, dua orang tewas," kata Ahmed Yasin Ibrahim, yang berada dekat hotel itu saat serangan tersebut. Perdana Menteri Abdi Farah Shirdon menyebut serangan-serangan itu "aksi-aksi teroririsme" tetapi berikrar bahwa aksi-aksi itu "tidak akan menghambat kemajuan yang telah dicapai di Mogadishu dan di seluruh Somalia. Pada tahun lalu , Shebab kehilangan sejumlah kota yang direbut pasukan Uni Afrika yang berkekuatan 17.700 personil, yang berperang membantu pasukan pemerintah. "Musuh-musuh perdamaian menunjukkan belang sebenarnya kepada dunia," tambah Shirdon."Para warga Muslim membunuh orang-orang Muslim dalam bulan suci Ramadan." Juru bicara Shebab Abduaziz Abu Musab juga mengklaim bertanggung jawab atas serangan bom dibawah satu mobil tangki bahan bakar milik pasuan Uni Afrika di kota Afgoye, barat laut Mogadishu. Serangan itu tidak dapat segera dikonfirmsikan. Bulan lalu komando bunuh diri Shebab melancarkan satu serangan berani pada siang hari ke kompleks PBB yang dijaga ketat. Pangkalan-pangkalan penting Shebab tetap termasuk Somalia selatan dan tengah, sementara faksi lainnya di daera terpencil dan pegunungan di utara, daerah semi-otonomi Puntland. (*/jno)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026