
BK DPR akan Panggil Direksi Tiga BUMN

Jakarta, (ANTARA) - Badan Kehormatan (BK) DPR RI akan memanggil direksi dari tiga perusahaan badan usaha milik negara (BUMN) untuk memberikan klarifikasi menyusul laporan adanya dugaan anggota DPR RI yang melakukan pemerasan. "Kami menjadwalkan akan memanggil direksi tiga perusahaan BUMN pada Selasa besok," kata Ketua BK DPR RI Muhammad Pakosa, di Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, Senin. Prakosa enggan menyebutkan direksi dari tiga perusahaan BUMN tersebut, tapi informasi yang beredar beberapa anggota DPR diduga melakukan pemerasan kepada tiga perusahaan BUMN yakni, PT Merpati Nusantara Airlines, PT Garam (Persero), dan PT PAL. Menurut Prakosa, BK DPR RI akan memnta penjelasan direksi dari ketiga perusahaan BUMN untuk mengklarifikasi laporan dari Menteri Negara BUMN Dahlan Iskan soal dugaan adanya anggota DPR RI yang melakukan pemerasan. Setelah mendengar penjelasan direksi dari tiga perusahaan BUMN, menurut Prakosa, BK DPR selanjutnya akan mengundang kembali Menteri Negara BUMN, pada Rabu (21/11), untuk meminta penjelasan terkait surat ketiganya yang merevisi nama anggota DPR RI yang diduga telah melakukan pemerasan. "Pada surat kedua, Pak Dahlan melaporkan ada lima anggota DPR RI yang diduga melakukan pemerasan kepada enam perusahaan BUMN," katanya. Prakosa menambahkan, namun sepekan kemudian Dahlan Iskan mengirimkan surat ketiga yang isinya merevisi nama anggota DPR RI yang diduga melakukan pemerasan terhadap perusahaan BUMN. Politisi PDI Perjuangan ini menambahkan, setelah BK mengundang direksi dari tiga perusahaan BUMN dan Menteri Negara BUMN, selanjutnya akan memanggil beberapa anggota DPR yang dilaporkan ke BK DPR karena adanya dugaan pemerasan kepada perusahaan BUMN. Menurut dia, ada tujuh nama anggota DPR RI yang telah dilaporkan oleh Dahkan Iskan yakni dua nama dan kemudian lima nama. Meskipun dari lima nama yang dilaporkan kemudian direvisi, menurut Prakosa, BK DPR akan memanggil seluruhnya untuk dimintai keterangan. "Lima nama yang dilaporkan pada surat kedua akan dipanggil, termasuk nama yang sudah direvisi. Ada dua nama anggota yang direvisi," katanya. (*/jno)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
