Logo Header Antaranews Sumbar

Pariaman usulkan 25 proyek strategis pada Musrembang RPJMD Sumbar 2025-2029

Rabu, 21 Mei 2025 13:25 WIB
Image Print
Wakil Wali Kota Pariaman, Sumbar Mulyadi saat membacakan usulan pada Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Sumatera Barat 2025-2029 yang dilaksanakan pada Selasa kemarin. Antara/HO-Diskominfo Pariaman 

Pariaman (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Pariaman, Sumatera Barat (Sumbar) mengusulkan 25 proyek strategis daerah itu pada pada Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Sumatera Barat 2025-2029 yang dilaksanakan pada Selasa kemarin.

"Hal itu bertujuan untuk terwujudnya kualitas pembangunan manusia yang berdaya saing, mewujudkan pertumbuhan ekonomi, sosial, sekaligus pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan dan merata," kata Wakil Wali Kota Pariaman Mulyadi di Padang saat menyampaikan usulan tersebut seperti diterima ANTARA, Rabu.

Adapun usulan proyek tersebut diantaranya yaitu pendidikan yang merata dan kesehatan yang berkualitas seperti, pendirian Unit Layanan Disabilitas dan Pendidikan Inklusi pada 2027 atau 2028 serta lanjutan pembangunan rumah Sakit Sadikin Kota Pariaman dan pengadaaan peralatan, perlengkapan rumah sakit lainnya pada 2026 atau 2027.

Berikutnya usulan pendirian lumbung pangan nasional dan ekonomi berkelanjutan, untuk meningkatkan produktivitas serta cadangan pangan yang berkualitas dan keberlanjutan yaitu dengan cara pembangunan huller sebanyak 4 unit pada 2026 atau 2027 dan pembangunan pabrik es sebanyak 1 unit pada 2027.

Lalu perlunya pemberdayaan ekonomi keluarga miskin penerima bansos melalui penyaluran akses bantuan permodalan dan penguatan kapasitas manajemen untuk 250 kepala keluarga pada 2026 atau 2027 sebagai pusat pertumbuhan nagari atau desa berbasis kemajuan yang mandiri dan berdaya saing sekaligus untuk meningkatkan kemandirian ekonomi desa berbasis potensi lokal.

Kemudian perlunya pembinaan dan pengembangan usaha industri dengan memanfaatkan teknologi dan digitalisasi yang berdaya saing untuk 20 IKM pada 2026 atau 2027 agar terwujudnya pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan melalui penguatan, meningkatkan investasi, perdagangan dan daya saing industri daerah.

Selanjutnya untuk terwujudnya infrastruktur yang inklusif, tangguh bencana, dan berkelanjutan demi mendukung pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat maka perlu dibangun infrastruktur yang berkeadilan dan siap tanggap bencana.

Kemudian, kata dia Pariaman sebagai kota tujuan wisata, lanjutnya perlu adanya peningkatan daya saing pariwisata dan akselerasi ekonomi kreatif untuk UMKM, seperti perlunya pembangunan fasilitas pendukung Pasar Rakyat Pariaman pada 2026 atau 2027, Pembangunan Museum Bahari KRI Teluk Bone dan Pembangunan Dermaga Pulau Angso Duo di Tahun 2026 atau 2027.

Mulyadi berharap 25 usulan proyek strategis yang disampaikan langsung kepada Gubernur dan pejabat terkait bisa menjadi pertimbangan untuk disahkan.

Diakhir pemaparan dilanjutkan dengan penandatanganan berita acara yang ditandatangani oleh Wawako Pariaman Mulyadi dan Anggota DPRD Provinsi Sumbar Dapil 2 Siti Azziati Azis yang disaksikan oleh Gubernur Sumbar dan Kepala Bappeda Sumbar.

Paparan dari Mulyadi tersebut mendapat tanggapan positif dari Gubernur Sumbar Mahyeldi dan pejabat terkait, serta menjadi prioritas untuk dilaksanakan, yang disesuaikan dengan pagu anggaran yang ada di Sumbar.



Pewarta:
Uploader: Jefri Doni
COPYRIGHT © ANTARA 2026