Logo Header Antaranews Sumbar

Keluarga besar LLDIKTI Wilayah X peringati Hardiknas Tahun 2025

Jumat, 2 Mei 2025 14:21 WIB
Image Print

Padang (ANTARA) - Keluarga Besar Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah X Peringati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Tahun 2025 dengan melaksanakan upacara bendera pada Jum’at (2/5) di Lapangan Upacara LLDIKTI Wilayah X.

Upacara ini diikuti oleh pimpinan dan seluruh karyawan mulai dari Kepala Lembaga, Kabag Umum, Pejabat Fungsional, Ketua Tim dan PIC, Dosen DPk, ASN, PPNPN, dan tenaga OutSourching. Bertindak sebagai pembina upacara Kepala LLDIKTI Wilayah X, Afdalisma, SH, M.Pd

Pada kesempatan tersebut Afdalisma menyampaikan pidato Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Republik Indonesia. Dalam sambutannya Mendiktisaintek mengatakan bahwa hari ini kita memperingati Hari Pendidikan Nasional 2025 dalam suasana penuh semangat dan harapan. Namun lebih dari sekadar seremoni, peringatan ini mengajak kita untuk berhenti sejenak memandang dunia dengan jujur, dan bertanya: “ke mana arah kita sedang melangkah?”.

Tema Hari Pendidikan Nasional 2025, “Partisipasi Semesta Wujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua,” adalah panggilan untuk bergerak bersama. Karena pendidikan tidak bisa dikerjakan sendiri. Pemerintah membutuhkan dukungan dari masyarakat. Sekolah memerlukan sinergi dengan keluarga. Kampus harus terhubung erat dengan dunia usaha dan komunitas.

Lebih lanjut disampaikan bahwa di Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, kami percaya bahwa pendidikan yang baik adalah pendidikan yang berdampak. Untuk mewujudkannya, Kemdiktisaintek menjalankan lima perilaku utama: pertama, fokus pada hasil (outcome) dan dampak (impact). Kami tidak lagi cukup puas dengan laporan kegiatan dan angka-angka luaran (output). Yang lebih penting adalah: apa dampaknya bagi masyarakat? Apa perubahan nyatanya yang memberikan maslahat?.

Kedua, riset dan inovasi harus menjawab masalah nyata. Kita dorong riset yang berakar pada tantangan Indonesia mulai dari ketahanan pangan, kesehatan masyarakat, transisi energi, hingga adaptasi perubahan iklim. Ketiga, ilmu pengetahuan atau sains harus menjadi solusi sosial-ekologis. Ilmu bukan hanya milik laboratorium. Ia harus hadir dalam kebijakan publik, dalam keputusan desa, dalam keseharian warga. Keempat, hilirisasi riset untuk kesejahteraan. Kita bangun sinergi antara hasil riset dan dunia industri, UMKM, bahkan koperasi. Teknologi bukan untuk dipamerkan, tapi untuk digunakan dan dimanfaatkan seluas-luasnya dan kelima, evaluasi yang akuntabel dan terbuka. Karena kita tidak mencari kesempurnaan, tetapi perbaikan berkelanjutan. Kita harus berani mengakui apa yang belum berhasil, dan bersama mencari jalan keluarnya.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa transformasi pendidikan tidak bisa ditunda. Karena pendidikan hari ini adalah wajah Indonesia di masa depan. Wajah masa depan itu akan ditentukan oleh seberapa kuat kita membangun kolaborasi lintas sektor, lintas generasi, lintas disiplin, dan lintas ekosistem.

“Saya ingin menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh insan pendidikan di Indonesia. Kepada para guru, dosen, tenaga kependidikan, peneliti, inovator, serta seluruh pelaku Pendidikan termasuk para orang tua dan pegiat komunitas terima kasih atas ketulusan dan kerja keras Anda semua”ucapnya.

Mari kita jadikan Hari Pendidikan Nasional ini sebagai titik tolak untuk memperkuat sinergi dan memperluas dampak. Mari kita tegaskan komitmen untuk membangun pendidikan yang tidak hanya bermutu, tetapi juga merata, relevan, dan berpihak pada masa depan.

Pada kesempatan ini izinkan saya mengutip pernyataan Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto: “Hanya bangsa yang menguasai sains dan teknologi yang akan menjadi bangsa yang makmur.”

“Pendidikan adalah fondasi dari penguasaan itu. Pada hari ini, kita semua di lapangan ini dan di seluruh pelosok negeri sedang membangunnya, bersama-sama”tutupnya.


Kemeriahan peringatan Hardiknas kali ini dirasakan keluarga besar LLDIKTI Wilayah X dengan peserta upacara menggunakan berbagai pakaian tradisional dari berbagai daerah di Indonesia.



Pewarta:
Uploader: Jefri Doni
COPYRIGHT © ANTARA 2026