Logo Header Antaranews Sumbar

Tim Terpadu Diminta Redam Potensi Konflik Lahan

Sabtu, 26 Oktober 2013 13:39 WIB
Image Print

Padang, (Antara) - Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Sumatera Barat mengingatkan tim terpadu di Kabupaten Pasaman Barat untuk meredam potensi konflik antar warga yang menduduki lahan yang sedang disangketakan dengan PT. Pritama Mulia Jaya (PMJ). "Kami memang sudah mendapatkan informasi ratusan anggota kelompok tani Harapan Simpang Tigo, Kecamatan Luhak Nanduo, Pasbar menduduki lahan yang disangketakan. Makanya diminta instansi terkait melakukan pencegahan agar tak terjadi anarkis," kata Kepala Kesbangpol Sumbar Irvan Khairul Ananda di Padang, Sabtu. Tim terpadu yang dipimpin langsung kepala daerah (gubernur, bupati/wali kota) tergabung dari unsur kepolisian, Kodim, Kejari dan instansi terkait lainnya, sangat berperan dalam mencegah gangguan keamanan di wilayah masing-masing. Oleh karena itu, kata dia, dalam masalah menduduki lahan ini, harus dicarikan solusi yang tepat dan diingatkan warga jangan sampai melakukan tindakan anarkis. Sebab, cara-cara penyelesaian dengan tindakan anarkis atau konflik antara warga dengan perusahaan, bukan langkah yang tepat. "Kami berharap dengan diotimalkannya peran tim terpadu, sehingga tak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Upaya provinsi hanya dapat mengkomunikasikan dengan pihak-pihak terkait di daerah," tambahnya. Anggota kelompok tani itu, menduduki lahan kebun yang dikelola PT PMJ tersebut, karena ada ketindakjelasan dari Pemkab Pasbar mengenai lahan seluas 460 hektar itu. Padahal, pemerintah kabupaten setempat sebelumnya sudah ada pengecekan lahan, namun hingga saat ini belum ada kejelasan sampai ke masyarakat. Sedangkan warga yang tergabung dalam kelompok tani tersebut, menginginkan lahan yang dikuasai oleh PT Pritama Mulia Jaya dan KUD Dastra kembali ke mereka. Sebelumnya Kepala Polres Pasbar, AKBP Sofyan Hidayat menghimbau, kepada kelompok tani harapan agar tidak berbuat anarkis dan menganggu aktivitas perusahaan. "Sampai sekarang aksi mereka masih tertib. Alangkah baiknya diselesaikan dengan musyawarah. Jika anarkis maka akan memunculkan persoalan baru nantinya," katanya. (*/sir/jno)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026