Logo Header Antaranews Sumbar

Ban Ki-Moon Minta Maladewa Selenggarakan Pemilu Secepatnya

Senin, 21 Oktober 2013 12:46 WIB
Image Print
Ban Ki-moon. (Reuters)

PBB, (Antara/ AFP) - Pemimpin Perserikatan Bangsa Bangsa Ban Ki-moon, Senin, bergabung dengan pihak oposisi internasional untuk pembatalan pemilihan presiden di Maladewa yang telah meningkatkan ketegangan di negara Samudera Hindia tersebut. Juru Bicara PBB Martin Nesirky mengatakan, Ban "sangat prihatin" dengan penundaan pemungutan suara tersebut dan menyerukan agar para pemimpin politik dan lembaga negara bertanggung jawab, menghormati proses demokrasi dan berpartisipasi dalam pemilu ulang yang kredibel, damai dan inklusif sesegera mungkin. Polisi Maladewa, Sabtu, menghentikan jalannya pemilu yang dipimpin pihak oposisi Mohamed Nasheed yang diperkirakan akan menang. Uni Eropa dan India juga telah menyatakan keprihatinan yang mendalam. Nasheed, yang digulingkan sebagai pemimpin Maladewa 20 bulan yang lalu, telah meminta Presiden Mohamed Waheed untuk mundur dan membiarkan ketua parlemen melakukan pemungutan suara untuk presiden baru. Juru Bicara PBB mengatakan bahwa menurut Ban, pemungutan suara harus diadakan secepat mungkin sehingga presiden baru bisa diresmikan pada tanggal 11 November sesuai dengan konstitusi. "Aspirasi dan keinginan rakyat Maladewa diekspresikan dalam partisipasi 88 persen dari pemilih yang memiliki hak suara pada pemilihan 7 September. Sekjen meyakini bahwa keinginan rakyat yang sah tersebut tidak boleh ditolak," kata Nesirky. PBB telah mengirim utusan ke Maladewa beberapa kali dalam upaya menekan negosiasi untuk mengakhiri ketegangan politik di negara yang mengadopsi demokrasi multi partai pada 2008 tersebut. (*/jno)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026