Peningkatan kendaraan alasan ubah rute one way Padang-Bukittinggi

id One way, rekayasa lalu lintas, gubernur Mahyeldi, arus balik

Peningkatan kendaraan alasan ubah rute one way Padang-Bukittinggi

Gubernur Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) Mahyeldi (kanan) saat diwawancarai awak media massa di Padang, Rabu (17/4/2024). ANTARA/Muhammad Zulfikar.

Padang (ANTARA) - Gubernur Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) Mahyeldi mengatakan peningkatan volume kendaraan selama arus balik Idul Fitri 1445 Hijriah menjadi alasan utama pemangku kepentingan khususnya kepolisian mengubah rute jalan satu arah (one way) dari arah Kota Padang menuju Bukittinggi maupun sebaliknya.

"Dari hasil kajian oleh tim diambil keputusan untuk mengubah rute one way," kata Gubernur Sumbar Mahyeldi di Padang, Rabu.

Gubernur Mahyeldi mengatakan berkaca pada libur Idul Fitri 1444 Hijriah terjadi kepadatan dan kemacetan di Nagari (desa) Padang Lua, Kecamatan Banuhampu, Kabupaten Agam. Oleh karena itu, polisi memutuskan mengubah rute one way dimana pengendara dari Kota Bukittinggi menuju Padang melewati Kecamatan Malalak, Kabupaten Agam. Sebaliknya, pemudik dari Padang tujuan Bukittinggi diarahkan lewat Kota Padang Panjang.

Dengan mengubah rute rekayasa lalu lintas tersebut pemerintah berharap dapat mengurangi atau mengurai kecamatan terutama di beberapa titik yang selama ini dikeluhkan masyarakat.

"Jadi, kita bisa mengarahkan masyarakat ke banyak daerah terutama di titik-titik yang padat atau macet sehingga tidak tertumpuk di satu titik," kata Mahyeldi.

Tidak hanya rute Padang-Bukittinggi, pengendara dari arah Kabupaten Dharmasraya tujuan Kota Bukittinggi diarahkan lewat Kabupaten Sijunjung, Danau Singkarak dan Kota Batusangkar.

Sebelumnya, Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sumbar Irjen Polisi Suharyono mengatakan rekayasa lalu lintas satu arah atau one way efektif dalam mengurai kemacetan libur Lebaran.

Menurut Kapolda, rekayasa lalu lintas satu arah tersebut efektif dan efisien dalam dalam mengurai kemacetan di beberapa titik yang kerap dikeluhkan masyarakat terutama saat libur Idul Fitri.

Sementara itu, Izul (32) salah seorang pengendara asal Kota Bukittinggi mengaku rekayasa lalu lintas yang diterapkan selama 7 hingga 15 April 2024 cukup efektif mengurangi kemacetan. Hanya saja, masih terdapat kemacetan di beberapa titik seperti jalan alternatif Balingka, Kabupaten Agam.

"One way cukup efektif. Hanya saja dari arah Kabupaten Pasaman Barat menuju Bukittinggi melewati jalan alternatif Balingka sempat terjebak macet," kata dia.

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Peningkatan kendaraan alasan ubah rute one way Padang-Bukittinggi