Padang (ANTARA) - Kepolisian Daerah (Polda) Sumatra Barat (Sumbar) menyatakan bahwa penerapan sistem satu jalur atau "One Way" di provinsi setempat efektif untuk mengatasi kemacetan di jalur Padang Pariaman menuju Bukittinggi saat mudik Lebaran 2025.
"Berdasarkan evaluasi, sistem ini sangat efektif untuk mengatasi kemacetan yang biasa terjadi selama mudik lebaran di jalur Padang Pariaman menuju Bukittinggi," kata Kepala Bagian Operasional Direktorat Lalu Lintas Polda Sumbar AKBP Agung Pranajaya di Padang, Selasa.
Menurutnya jalur Padangpriaman-Bukittinggi merupakan jalur vital karena mengingat perannya sebagai jalur utama di wilayah Sumbar.
Ia mengatakan mengatakan kehadiran sistem "One Way" mampu mengurai kepadatan arus lalu lintas yang terjadi di masa mudik Lebaran karena tingginya volume kendaraan, akibatnya akan tidak terjadi kelumpuhan total.
Jika berkaca pada masa lalu sebelum sistem tersebut hadir, perjalanan Padangpariaman menuju Bukittinggi kerap mengalami macet parah yang menjebak para pemudik di jalur tersebut berjam-jam lamanya.
Ia mengatakan penerapan sistem "One Way" sudah diberlakukan secara maksimal dari 28-30 Maret 2025 di momen mudik Lebaran.
Kendaraan yang datang dari arah Padang menuju Bukittinggi tetap melalui jalur Silaing, via Kota Padang Panjang.
Sementara kendaraan dari arah sebaliknya yaitu Bukittinggi menuju Padang diarahkan lewat Malalak, Kabupaten Agam.
Khusus bagi kendaraan yang datang dari Malalak dan hendak melalui jalan tol, bisa langsung belok kiri di Simpang Sicincin.
Jika dihitung jarak tempuh "One Way" dari Simpang Sicincin menuju Padang Luar(Bukittinggi) mencapai 43 kilometer.
"Personel ditempatkan khusus di lapangan untuk mengawal pelaksanaan sistem "One Way" tersebut, sehingga tidak ada pengendara yang melanggar," jelasnya.
Ia mengatakan sistem "One Way" akan diberlakukan kembali pada 4-6 April 2025 untuk mengantisipasi arus balik Lebaran 2025.