Jumlah penduduk Pasaman Barat capai 445.439 jiwa pada awal 2024

id penduduk pasaman barat,data kependudukan,administrasi kependudukan,Pasaman barat

Jumlah penduduk Pasaman Barat capai 445.439 jiwa pada awal 2024

Kepala Bidang Pendaftaran Penduduk Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Pasaman Barat Harisantoni (kiri) menyampaikan keterangan mengenai data kependudukan daerah pada awal 2024. (ANTARA/Altas Maulana)

Simpang Empat,- (ANTARA) - Jumlah penduduk Kabupaten Pasaman Barat di Provinsi Sumatera Barat pada awal tahun 2024 mencapai 445.439 jiwa menurut data pemerintah.

"Jumlah 445.439 merupakan data semester II tahun 2023, sedangkan sebelumnya semester I sebanyak 441.773 jiwa," kata Kepala Bidang Pendaftaran Penduduk Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Pasaman Barat Harisantoni di Simpang Empat, Rabu.

Ia mengutip Data Konsolidasi Bersih II 2023 Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri yang menunjukkan bahwa penduduk Pasaman Barat terdiri atas 224.060 lelaki dan 221.373 perempuan.

Di wilayah Kabupaten Pasaman Barat, Pasaman tercatat sebagai wilayah kecamatan dengan jumlah penduduk terbanyak (78.731 jiwa) sedangkan Sasak Ranah Pasisie merupakan kecamatan berpenduduk paling sedikit (15.469 jiwa).

Nagari Air Bangis tercatat sebagai nagari atau desa berpenduduk terbanyak (28.763 jiwa) dan Nagari Mudiak Labuah sebagai desa berpenduduk tersedikit (1.639 jiwa).

Berdasarkan agamanya, ada 127.456 kepala keluarga beragama Islam, 2.115 kepala keluarga beragama Kristen, 880 kepala keluarga beragama Katolik, empat kepala keluarga penganut Buddha, dan tujuh kepala keluarga penganut aliran kepercayaan di Kabupaten Pasaman Barat.

Harisantoni menyampaikan bahwa sebanyak 102.219 kepala keluarga berstatus kawin dan 6.767 kepala keluarga berstatus cerai hidup.

"Tertinggi berstatus cerai hidup di Kecamatan Pasaman, sebanyak 1.476 jiwa, dan di Nagari Air Bangis, sebanyak 2.901 jiwa," katanya.

Ia menyampaikan bahwa data kependudukan dan catatan sipil diperlukan untuk perencanaan pembangunan, anggaran, pelayanan publik, penegakan hukum, pencegahan kejahatan, hingga pembangunan demokrasi.