
Situasi Lapas Labuhan Ruku Telah Kondusif

Medan, (Antara) - Situasi Lembaga Pemasyarakatan Klas 2A Labuhan Ruku di Kabupaten Batubara, Provinsi Sumatera Utara telah kondusif pascaperistiwa kebakaran dan kerusuhan yang terjadi pada Minggu (18/8) sore. "Situasi sudah kondusif meski pengamanan tetap dilakukan," kata Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Heru Prakoso di Medan, Senin. Untuk menjaga kondusifitas lapas yang berlokasi di Desa Pahang, Kecamatan Talawi, Kabupaten Batubara tersebut, pihak kepolisian menyiagakan 350 personel gabungan. Personel gabungan tersebut terdiri dari Polres Batubara 100 personel, Polres Asahan 150 personel, Polres Tebing Tinggi 25 personel, Satuan Brimob 45 personel, dan Kodim 0208/Asahan 30 personel. Penyiagaan 350 personel tersebut juga disampaikan Kapolres Batubara AKBP JP Sinaga guna meningkatkan pengamanan di sekitar Lapas Labuhan Ruku. Pihaknya bersama Kanwil Kementerian Hukum dan HAM juga merencanakan pengalihan lokasi penahanan bagi narapidana dan tahanan karena banyaknya kerusakan yang terjadi di Lapas Labuhan Ruku. Saat ini, kata Kapolres, terdapat terdapat 841 tahanan dan narapidana di Lapas Labuhan Ruku sehingga unit pemasyarakatan tersebut mengalami kelebihan kapasitas. Direncanakan, sebanyak 500 tahanan dan narapidana tersebut akan dialihkan penahanannya ke 13 lapas dan rutan yang ada di Sumut. "Jadi, yang 341 orang lagi 'standby' di lapas ini," katanya. Sebelumnya, Lapas Klas 2A Labuhan Ruku mengalami kebakaran dan kerusuhan yang mulai terjadi pada Minggu sore sekitar pukul 16.00 WIB yang menyebabkan 30 tahanan melarikan diri. Kepala Kanwil Kementerian Hukum dan HAM Sumut Budi Sulaksana mengatakan, pihaknya bersama jajaran kepolisian telah mengamankan kembali 23 tahanan dan narapidana yang melarikan diri tersebut. (*/jno)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
