Logo Header Antaranews Sumbar

Presiden Ingatkan Perlunya Diversifikasi Sumber Pertumbuhan Ekonomi

Jumat, 16 Agustus 2013 20:46 WIB
Image Print

Jakarta, (Antara) - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengingatkan perlunya melakukan diversifikasi sumber pertumbuhan ekonomi tidak hanya sumber daya alam dan buruh tidak terampil sehingga Indonesia tidak masuk dalam perangkap jebakan pendapatan menengah. "Kita tidak boleh terperangkap," kata Presiden Yudhoyono dalam pidato penyampaian Keterangan Pemerintah atas RUU APBN 2014 beserta Nota Keuangannya dalam rapat paripurna DPR yang dipimpin Ketua DPR Marzuki Alie di Jakarta, Jumat. Ia menyebutkan gejolak perekonomian global dan harga-harga komooditas mengingatkan perlunya diversifikasi sumber pertumbuhan ekonomi itu. Indonesia tidak bisa lagi hanya mengandalkan sumber daya alam dan buruh tidak terampil. Sejarah, lanjut Presiden, menunjukkan bahwa ada sejumlah negara yang masuk dalam pendapatan menengah, tetapi gagal menjadi negara industri karena terus bergantung kepada sumber daya alam dan buruh tidak terampil. "Kita tidak boleh terperangkap, karena itu pemerintah mengambil langkah-langkah antisipatif untuk mendorong inovasi serta pengembangan teknologi dan kualitas sumber daya manusia," katanya. Pemerintah memulai langkah itu dengan kebijakan pembebasan pajak pertambahan nilai (PPN) impor untuk buku nonfiksi, bagi kemajuan pendidikan dalam negeri. Selain itu pemerintah juga memberikan insentif pajak untuk memajukan kegiatan penelitian dan pengembangan. "Ini adalah langkah-langkah awal yng penting, agar sumber pertumbuhan ekonomi Indonesia di masa depan tidak hanya bergantung pada sumber daya alam dan buruh tak terampil," kata Presiden. (*/wij)



Pewarta:
Editor: Antara TV
COPYRIGHT © ANTARA 2026