Logo Header Antaranews Sumbar

Masyarakat Kulon Progo Resah Akibat Teror

Sabtu, 10 Agustus 2013 12:48 WIB
Image Print

Kulon Progo, (Antara) - Sebagian masyarakat di Kecamatan Galur, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, resah setelah terjadi penembakan dengan sasaran mobil yang dilakukan orang tidak dikenal, kata Kapolsek Galur Kompol Bonifacius Slamet. "Masyarakat kini resah setelah terjadi penembakan yang menyebabkan lima mobil mengalami kerusakan di bagian kaca pada Jumat (9/8) sekitar pukul 21.00 WIB," katanya di Kulon Progo, Sabtu. Menurut Kapolsek Galur, aksi teror tersebut terjadi di Dusun III Sepaten, Desa Kranggan, Kecamatan Galur. "Berdasarkan laporan masyarakat, aksi yang dilakukan oleh orang tak dikenal dengan mengendarai sepeda motor itu, terjadi antara pukul 20.00 hingga pukul 21.00 WIB. Tapi kami baru mendapat laporan dari masyarakat pada pukul 21.30 WIB, dan paginya, sekitar pukul 07.00 WIB," katanya. Ia mengatakan lima mobil yang menjadi sasaran tembak adalah truk Mitsubishi Fuso warna kuning dengan nomor polisi AB-8070-AC (kaca depan pecah) milik Anton Suryono (43), Isuzu Panther merah AB-1420-KK (kaca samping kiri pecah) milik Lilik Andar (36), Toyota Avanza hitam AB-1604-RE (kaca samping kiri pecah) milik Untung Yulianto (34), ketiganya warga Dusun Kauman, Tirtorahayu. Kemudian Toyota Rush hitam H-706-AS (kaca belakang pecah) milik Suyanto SH warga Semarang (Jawa Tengah), saat berada di Dusun Sepaten, Kranggan. Sementara itu, kata Kapolsek Galur, pada Sabtu pagi ada laporan dari warga Desa Brosot, Heri (30), yang melaporkan kaca mobil Avanza bagian belakang pecah. "Kami masih melakukan pengejaran terhadap pelaku. Kami juga sudah berkoordinasi dengan Polres Kulon Progo atas kejadian tersebut. Tetapi hingga kini kami belum dapat memastikan dan menangkap pelaku teror itu," katanya. Boni mengatakan, berdasarkan olah tempat kejadian perkara (TKP), pada kaca mobil yang pecah ditemukan lubang dengan diameter lima milimeter (mm). Selain itu, di sekitar lokasi juga ditemukan enam proyektil gotri kecil warna kuning (logam), diduga dari airsoft gun atau senapan angin. "Dari data di olah TKP, pelaku menggunakan senjata jenis senapan angin atau airsoft gun. Terkait motif penembakan, kami belum tahu, sekadar iseng-iseng atau apa. Kami imbau masyarakat untuk hati-hati, dan kalau ada kejadian segera hubungi Polsek agar segera bisa ditindaklanjuti," katanya. Seorang saksi kejadian, Anton Suryono (43) warga Dusun Kauman, Tirtorahayu mengatakan, saat dirinya berada di dalam rumah, mendengar suara sepeda motor lewat di depan rumahnya, disusul suara letusan seperti petasan kecil. "Saya sempat mengejar pelaku, tapi tidak berhasil. Kaca depan truk saya pecah, awalnya saya kira karena lemparan batu. Tapi setelah saya lapor polisi, dan menurut keterangan polisi, itu terkena peluru," kata Anton. Pelaku sempat terlihat oleh Riyadi (tukang kebun pemilik Toyota Rush). Saat itu mobil Toyota Rush sedang diparkir di depan warung mie ayam milik Riyadi di Dusun Sepaten, Kranggan. Riyadi sendiri sedang duduk-duduk dengan pemilik mobil, Suyanto. Tiba-tiba dari arah timur ada pengendara Mio bertutup kepala seperti ninja datang dan mendekat. Selang beberapa saat, terdengar dua kali letusan, dan kaca mobil bagian belakang Toyota Rush itu pecah. "Suaranya seperti petasan. Pelaku pakai kudung ninja, jaket coklat. Waktu nembak, pelaku hanya berjarak dua meteran dari mobil. Saya sempat kejar, tapi kehilangan jejak," katanya. (*/jno)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026