Logo Header Antaranews Sumbar

Arus Kendaraan Padang-Bukittinggi Padat Merayap

Jumat, 9 Agustus 2013 14:03 WIB
Image Print
Ilustrasi. (Antara)

Bukittinggi, (Antara) - Memasuki hari kedua Lebaran arus kendaraan Padang-Bukittinggi, padat merayap karena pemudik masih melaksanakan silaturrahim dan berkunjung ke sejumlah objek wisata.

Pewarta ANTARA, Jumat, melaporkan, kepadatan tidak terelakkan karena volume kendaraan meningkat yang terjadi pada dua arah. Namun kepadatan lebih terlihat dari arah Padang menuju Bukittinggi sehingga kendaraan merayap sekitar 5 kilometer tepatnya dekat Pasar Padanglua, Kabupaten Agam yang ingin mengunjungi objek wisata Monumen Jam Gadang.

Seorang pengemudi kendaraan, Nicolas, menyebutkan, akibat arus kendaraan padat merayap waktu tempuh Padang-Bukittinggi bertambah lebih dari 30 menit dari waktu normal sekitar 2 jam.

Meski ada petugas lalu lintas mengatur arus kendaraan, kepadatan arus kendaraan jalur Padang-Bukittinggi tetap tak terelakkan karena volume kendaraan jauh meningkat.

Kepadatan ini, menurut dia, dipicu pemudik lokal masih banyak bersilaturahim dan wisatawan lokal yang ingin mengunjungi ke sejumlah objek wisata di Bukittinggi.

Hal berbeda terjadi pada arus lalu lintas dari arah Payakumbuh menuju Bukittinggi, sampai hari kedua Lebaran ini belum terjadi kemacetan total.

Kapolres Kota Bukittinggi Eko Nugrohadi, menyebutkan, pihaknya telah mendirikan sejumlah pos pengamanan guna mengantisipasi kemacetan kendaraan dari arah Padang menuju Kota Bukittinggi.

"Kita sudah menurunkan petugas lalu lintas pada titik potensi terjadi kemacetan di kawasan jalur menuju Kota Bukittinggi," kata dia.

Polres telah mendirikan pos pengamanan Lebaran yaitu di Pos Pam Jam Gadang 58 personel dan di Pos Pam Aur Kuning 44 personel.

Selai itu di Pos Layanan Padang Luar 71 personel, Pos Layanan Mandiangin 42 personel, Pos Layanan Tanjung Alam 33 Personel dan Pos Layanan Baso 26 personel dan Kasub Satgas Sektor tujuh personel.

"Penempatan petugas untuk pengamanan mudik Lebaran agar dapat mengatasi kemacetan mulai pada H-7 sampai H+7," kata dia. (ham/jno)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026