Logo Header Antaranews Sumbar

Korban Peluru Nyasar Densus Dirawat RSUD Tulungagung

Senin, 22 Juli 2013 15:27 WIB
Image Print

Tulungagung, (Antara) - Korban peluru nyasar yang memantul (rekoset) saat penembakan empat terduga teroris di sebuah warung kopi belakang halte bus Jalan Pahlawan, Kota Tulungagung, Jawa Timur, Sujono (40), hingga Senin sore menjalani perawatan intensif di RSUD dr Iskak, Tulungagung. Staf Humas RSUD dr Iskak, Sujianto membenarkan adanya korban penembakan yang belakangan diklarifikasi polisi sebagai peluru nyasar, dan dirawat di instalasi rawat darurat (IRD) RSUD dr Iskak. "Korban saat ini masih menjalani observasi di ruang instalasi bedah (IRD), kondisinya cukup baik," katanya. Namun Sujianto menolak memberi keterangan lebih lanjut dengan alasan semua pernyataan terkait insiden penangkapan terduga teroris maupun korban peluru rekoset (nyasar) diambil alih langsung oleh kepolisian. "Silakan klarifikasi ke yang berwenang (kepolisian), saya tidak enak jika memberi pernyataan karena tadi sudah dipesan (polisi) begitu," katanya. Meski menolak berkomentar banyak, Sujianto memastikan kondisi Sujono, korban peluru nyasar anggota Densus 88 Antiteror saat penembakan empat terduga teroris di sebuah warung kopi di Jalan Pahlawan, Kota Tulungagung dalam kondisi cukup baik. Sujono yang berdomisili di Desa Karangwaru, Kecamatan Tulungagung, Kabupaten Tulungagung tersebut juga dalam kondisi sadar. Hanya, lanjut dia, tim medis RSUD dr Iskak sejauh ini belum melakukan pengangkatan proyektil peluru yang bersarang di pinggul kanan korban. "Mungkin besok, saat ini masih tahap observasi," jelasnya. Dikonfirmasi terpisah, Kapolda Jatim Irjen Pol Unggung Cahyono memastikan ada satu orang warga tidak terkait terorisme menjadi korban peluru rekoset tim Densus 88. Ia menjelaskan korban terkena pecahan peluru yang memantul saat ditembakkan ke arah dua terduga teroris jaringan Poso, Dayah (bukan Dayat) dan Riza. "Korban sudah dirawat di rumah sakit. Kami tadi sudah menjenguk korban dan kondisinya cukup baik," katanya. Unggung Cahyono memastikan, seluruh biaya perawatan maupun operasi korban peluru nyasar akan ditanggung sepenuhnya oleh Polri. Hanya, Kapolda tidak menyinggung kemungkinan memberikan santunan ataupun semacam ganti rugi atas insiden peluru nyasar tersebut. "Sudah sudah, yang bersangkutan pastinya mendapat perhatian penuh dari kepolisian," katanyat. Sujono merupakan satu-satunya korban peluru nyasar tim Densus 88 Antiteror saat melakukan penggerebekan di warung kopi Mbak Mimin, belakang halte bus Jalan Pahlawan, Kota Tulungagung, Senin sekitar pukul 08.45 WIB. Menurut keterangan warga, saat kejadian korban sedang nongkrong di warung kopi bersebelahan dengan keempat terduga teroris yang digerebek tim Densus 88. Dalam kejadian tersebut, Detasemen Khusus (Densus) 88 antiteror menembak mati dua pria terduga teroris jaringan Poso dan menangkap dua lainnya saat singgah sebuah warung kopi di pinggir jalan raya Kota Tulungagung. Empat terduga teroris tersebut masing-masing adalah Dayat, Riza, Mugi Hartanto, serta Sapari. Dua yang disebut pertama merupakan terduga teroris asal Medan jaringan Poso yang menyusup ke wilayah Jawa Timur dengan membawa senjata api dan bom rakitan. Sementara dua lainnya diidentifikasi sebagai jaringan lokal yang berperan sebagai penunjuk jalan serta ikut membantu persembunyian dua terduga teroris jaringan Poso tersebut. (*/jno)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026