
Harga gula merah di Agam naik jelang Ramadhan

Menjelang Ramadan jumlah permintaan gula merah semakin meningkat,
Lubukbasung (ANTARA) - Harga gula merah atau gula tebu di Kabupaten Agam, Sumatera Barat naik dari Rp10 ribu menjadi Rp12.500 per kilogram menjelang Ramadhan 1443 Hijriyah, karena permintaan cukup tinggi.
Salah seorang pengrajin gula merah di Sidang Tangah, Saparudin (65) di Lubukbasung, Rabu,mengatakan harga gula merah tingkat pengrajin naik Rp2.500 per kilogram menjelang beberapa minggu Ramadhan.
"Menjelang Ramadan jumlah permintaan gula merah semakin meningkat, sehingga menyebabkan harga gula ini naik dari biasanya," katanya.
Ia mengatakan, harga gula merah itu terus mengalami kenaikan saat Ramadhan dan berdasarkan pengalaman tahun sebelumnya, harga gula merah itu mencapai Rp16 ribu tingkat pengrajin.
Gula merah itu naik akibat permintaan dari warga cukup tinggi untuk bahan baku membuat makanan hidangan berbuka puasa.
"Gula merah itu digunakan untuk bahan baku kolak pisang, bubur dan lainnya yang menjadi hidangan berbuka," katanya.
Ia mengakui memproduksi gula merah sekitar 60-70 kilogram setiap minggunya dan bahan baku gula merah itu hasil perkebunan tebu miliknya dengan luas sekitar tiga hektare.
Gula merah dijual ke pedagang pengumpul. Setelah itu, gula merah dipasarkan ke kabupaten dan kota di Sumbar, Sumatera Utara dan Riau
Wali Jorong Sidang Tangah, Agusmar menambahkan produksi gula merah di Jorong Sidang Tangah, Nagari Martua Mudik, Kecamatan Matua sekitar satu ton setiap bulannya.
"Gula merah itu diproduksi oleh delapan pengrajin di daerah tersebut," katanya.
Selama ini, para pengrajin gula merah telah dibina dan dibantu peralatan berupa mesin, bibit tebu dan lainnya. ***1***
Pewarta: Yusrizal
Editor: Hendra Agusta
COPYRIGHT © ANTARA 2026
