Pemerintah libatkan petani bahas mata pencarian alternatif masyarakat selingkar Danau Maninjau

id berita agam,berita sumbar,DM

Pemerintah libatkan petani bahas mata pencarian alternatif masyarakat selingkar Danau Maninjau

Kondisi diskusi kelompok membahas mata pencarian alternatif bagi masyarakat selingka Danau Maninjau di Aula Utama Kantor Camat Tanjungraya, Senin (14/6). (Antarasumbar/Yusrizal)

Peserta berasal dari nagari atau desa adat di Kecamatan Tanjungraya,
Lubuk Basung (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, melibatkan perangkat nagari, petani dan pengusaha keramba jaring apung di Kecamatan Tanjungraya, Kabupaten Agam, untuk membahas mata pencarian alternatif bagi masyarakat selingka Danau Maninjau.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pemprov Sumbar, Reti Wafdan di Lubukbasung, Senin, mengatakan sosialisasi dan desiminasi hasil-hasil kelitbang dalam bentuk diskusi kelompok bagi masyarakat selingka Danau Maninjau itu melibatkan peserta dari Kerapatan Adat Nagari (KAN) Bamus, Wali Nagari, tokoh masyarakat, petani, pengelola dan pengusaha KJA.

"Peserta berasal dari nagari atau desa adat di Kecamatan Tanjungraya," katanya.

Ia mengatakan, diskusi itu diadakan dua hari di Kantor Camat Tanjungraya. Pada Senin (14/6), tambahnya, Nagari Maninjau, Nagari Sungai Batang, Nagari Tanjung Sani dan Nagari Koto Malintang.

Pada Selasa (15/6), untuk Nagari Anam Koto Gadang, Nagari Koto Kaciak, Nagari Duo Koto dan Nagari Bayua.

"Diskusi itu untuk mengimpun data dan fakta kondisi di lapangan terkait masalah di masing-masing nagari di daerah itu. Apa yang disampaikan masyarakat akan memperkaya kajian kami nantinya," katanya.

Ia menambahkan, Balitbang akan merumuskan suatu kebijakan berbasis hasil riset, survei yang dilakukan secara bersama fakta dan persoalan yang ada di lapangan.

Untuk itu, pihaknya melibatkan seluruh perangkat nagari dan masyarakat.

Mudah-mudahan kebijakan yang akan dihasilkan bisa kopetensif dimana ekonomi masyarakat bisa berjalan semakin meningkat dan kondisi danau semakin membaik.

"Pendapatan masyarakat dan kondisi lingkungan bisa terjaga demi masa depan anak cucu," katanya.

Ia menambahkan, data yang didapat akan dirumuskan bersama dengan diskusi internal. Setelah itu, melakukan rapat pleno majelis pertimbangan Kelitbang dan setelah itu disampaikan ke kepala daerah.

Pembahasan itu dikaji sesuai dengan aspek ekonomi, pariwisata, perikanan dan lainnya.

"Diskusi hari ini dari aspek perikanan dan tinggal aspek lainnya," katanya.

Sementara Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Sumbar, Yosmeri menambahkan diskusi itu melibatkan tim ahli yakni, Prof Hafrijal Syandri, Dr Ekni Kamal dan lainnya.

Diskusi itu untuk mengali ekonomi masyarakat selingka Danau Maninjau. Sebelumnya sudah menawarkan berbagai usaha alternatif berupa perternakan pertanian, perkebunan dan lainnya.

"Ini hasil kajian dari tim ahli dan usaha alternatif ini peluang-peluang yang bisa meningkatkan ekonomi masyarakat," katanya.

Staf Ahli Bupati Bidang Perekonomian Sekretariat Agam, Isman Imran menambahkan selingka Danau Maninjau merupakan daerah perbukitan dan pada 1970-1980 Kecamatan Tanjungraya terkenal dengan penghasil cangkeh, pala, kulit manis.

Untuk itu, perkebunan itu harus diaktifkan kembali dan mengembangkan KJA produktif, sehingga danau menjadi bersih.***1***

Pewarta :
Editor: Hendra Agusta
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar