
UBH Libatkan Masyarakat Dalam KKN-PPM

Padang, (Antara) - Paradigma Kuliah Kerja Nyata dan Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) dilaksanakan perguraan tinggi saat ini telah berubah, karena telah menempatkan keterlibatan peran masyarakat dalam akademis. Sebelumnya, paradigma KKN-PPM lebih ditekankan pada proses pembelajaran para mahasiswa yang melaksanakan kegiatan ini di tengah masyarakat, kata Rektor Universitas Bung Hatta (UBH) Prof Dr Niki Lukviarman, SE Akt MBA di Padang, Minggu. Sedangkan, dalam dua tahun terakhir paradigma itu telah berubah karena telah melibatkan masyarakat itu sendiri dalam kegiatan akademis tersebut. Menurut dia, pelaksanaan KKN-PPM saat ini telah menjadi sebuah proses pembelajaran bagi komponen yang terlibat di dalamnya yaitu mahasiswa, masyarakat, dan dosen pembimbing. Selain itu, sekarang paradigma KKN-PPM bukan untuk mengajari masyarakat, karena kegiatan tersebut harus diakui tidak mungkin dapat merubah masyarakat. Karena itu, tambahnya, selama satu bulan pelaksanaan KKN-PPM tema sentralnya adalah mahasiswa harus dapat merasakan bagaimana kehidupan masyarakat di desa, serta belajar banyak mengenai berbagai aspek yang positif di tengah masyarakat. Prof Lukviarman menyebutkan, perubahan paradigma serta tata laksana KKN-PPM akan menuntut mahasiswa untuk bisa memahami kondisi masayarakat dan memahami permasalahan yang terjadi di rakyat sehingga dalam prakteknya jangan memberikan mimpi-mimpi untuk kemajuan desa. Selain itu, nantinya mahasiswa akan berada dalam lingkungan dan kondisi yang berbeda dengan lingkungan kampus, sehingga adaptasi serta pemahaman atas untuk apa dan sebagai apa mereka berada di tengah-tengah mayarakat itu sangat penting, katanya. Dengan demikian, dalam pelaksanaan KKN-PPM tidak lagi terlihat seperti mengajari masayarakat di pedesaaan tempat kegiatan akademis ini dilaksanakan, tambah rektor. Kepada dosen pendamping dan mahasiswa yang melaksanakan KKN-PPM agar membawa diri dan menyesuaikan dengan kebiasaan masyarakat, katanya. Harapan tersebut disampaikan rektor terkait akan dilaksanakannnya KKN-PPM UBH periode III-2013 yang akan diikuti 1.264 orang mahasiswa dan dosen pendamping perguruan tinggi swasta (PTS) terbesar di wilayah Sumatera bagian tengah ini. Ke 1.264 orang mahasiswa peserta KKN-PPM akan diterjunkan ke tengah masyarakat pada 43 Kenagarian (setingkat desa) di lima kabupaten yaitu Agam, Tanah Datar, Padang Pariaman, Dharmasraya, dan Sijunjung. Pelaksanaan dimulai dari pemberangkatan para mahasiswa dan dosen pembimbing di dimulai pada 1 Juli 2013 dan akan berakhir pada 2 Agustus 2013.(*/sun)
Pewarta: Inter
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026
