Logo Header Antaranews Sumbar

Belasan Mahasiswa Pentaskan Randai Hasil Belajar Bersama Maestro di Kubu Gadang

Kamis, 13 Agustus 2026 14:40 WIB
Image Print
Mahasiswa peserta Program Belajar Bersama Maestro (BBM) dari berbagai daerah mementaskan kesenian randai di Desa Wisata Kubu Gadang, Padang Panjang, Sumatera Barat. (ANTARA/Isril Naidi)

Padang Panjang (ANTARA) - Belasan mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi di Indonesia mementaskan kesenian randai di Desa Wisata Kubu Gadang, Kelurahan Ekor Lubuk, Kecamatan Padang Panjang Timur, Rabu, setelah mengikuti Program Belajar Bersama Maestro (BBM) selama satu bulan bersama Maestro Randai Musra Dahrizal Katik Rajo Mangkuto atau Mak Katik.
Para peserta berasal dari Universitas Syiah Kuala Aceh, Universitas Negeri Yogyakarta, Universitas Negeri Padang, Universitas Negeri Medan, ISI Yogyakarta, dan ISI Padangpanjang.

Pementasan tersebut menjadi ajang bagi mahasiswa untuk memperlihatkan hasil pembelajaran sekaligus pengalaman budaya yang diperoleh selama mengikuti proses belajar langsung bersama maestro randai.

Selama program berlangsung, peserta tidak hanya mempelajari teknik pertunjukan, tetapi juga memahami nilai, filosofi, dan kehidupan budaya masyarakat Minangkabau yang melekat dalam kesenian randai.

Wakil Wali Kota Padang Panjang Allex Saputra mengapresiasi pelaksanaan Program BBM yang dinilainya penting bagi keberlangsungan seni tradisi, khususnya randai.

"Randai tidak hanya merupakan seni pertunjukan, tetapi juga sarana pendidikan karakter yang mengandung nilai kebersamaan, disiplin, dan kearifan lokal Minangkabau yang harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi penerus," ujarnya.

Menurut Allex, kekuatan randai tidak hanya terletak pada gerak, musik, dialog, dan alur pertunjukan, tetapi juga pada pesan moral serta nilai kehidupan yang terkandung di dalamnya.

Ia berharap mahasiswa yang mengikuti program tersebut dapat membawa pengetahuan dan pengalaman mengenai budaya Minangkabau ke lingkungan kampus maupun masyarakat di daerah asal masing-masing.

"Pengetahuan dan pengalaman yang mereka peroleh di sini diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya memperkenalkan randai kepada masyarakat di daerah masing-masing," katanya.

Pementasan tersebut turut disaksikan Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Sumatera Barat Nurmantias, tokoh masyarakat, undangan, serta warga setempat.

Nurmantias juga mengapresiasi dedikasi Mak Katik dalam membagikan pengetahuan dan pengalaman seni kepada generasi muda.

Menurut dia, belajar langsung bersama maestro memberikan pengalaman yang berbeda karena peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan secara teoritis, tetapi juga menjalani proses kreatif, disiplin latihan, serta memahami konteks budaya yang melahirkan kesenian tersebut.

Ia berharap program pelestarian budaya seperti BBM dapat terus dilanjutkan dan dikembangkan dengan melibatkan lebih banyak generasi muda dari berbagai daerah.

"Kita ingin randai tidak sekadar bertahan sebagai warisan budaya Minangkabau, tetapi juga berkembang dan dikenal lebih luas," ujarnya.

Sementara itu, Mak Katik mengatakan keterlibatan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi menunjukkan bahwa randai masih memiliki daya tarik bagi generasi muda, termasuk mereka yang berasal dari luar Sumatera Barat.

Menurutnya, pengalaman belajar langsung di lingkungan budaya tempat randai berkembang membantu mahasiswa memahami kesenian tersebut secara lebih utuh.

"Kita berharap para peserta yang telah mengikuti program ini dapat menjadi duta budaya yang turut memperkenalkan dan melestarikan randai di berbagai daerah bahkan hingga mancanegara," harapnya.

Mak Katik juga berharap Desa Wisata Kubu Gadang dapat terus berkembang sebagai ruang pertunjukan seni dan budaya. Keberadaan ruang pertunjukan yang representatif, menurut dia, penting untuk menjaga kesinambungan kegiatan seni tradisi sekaligus mendukung pengembangan wisata berbasis budaya di Padang Panjang.

Program BBM tersebut mempertemukan mahasiswa dari berbagai latar belakang akademik dan budaya dalam satu ruang pembelajaran yang berakar pada tradisi Minangkabau.

Pementasan di Kubu Gadang pun menjadi bagian dari upaya pewarisan seni tradisi kepada generasi muda, sekaligus membuka peluang agar randai semakin dikenal di luar Sumatera Barat.



Pewarta:
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026