Logo Header Antaranews Sumbar

Perantau Padang Pariaman wakafkan tanah bangun rumah tahfiz

Sabtu, 12 Desember 2020 15:25 WIB
Image Print
Pihak keluarga perantau asal Kecamatan Padang Sago, Kabupaten Padang Pariaman, Sumbar (kiri) menyerahkan surat pernyataan mewakafkan tanah beserta sertifikat tanah kepada ketua yayasan. (Antara Sumbar/Ist)

Parit Malintang (ANTARA) - Salah seorang perantau asal Kecamatan Padang Sago, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat Abdul Jabar mewakafkan tanahnya seluas 3.400 meter persegi untuk lokasi pembangunan rumah tahfiz guna menciptakan generasi hafal Al-Quran di daerah itu.

"Beberapa waktu lalu pemilik tanah ini (Abdul Jabar) pulang kampung, saat itu ia menyampaikan keinginannya mewakafkan tanahnya untuk kegiatan keagamaan," kata Wali Nagari Koto Dalam Selatan, Masywarah di Padang Sago, Sabtu.

Ia mengatakan untuk menindaklanjuti niat baik tersebut maka pemerintah nagari setempat bersama pemangku kepentingan di daerah itu berencana membuat yayasan sebagai wadah untuk pendirian dan pengelolaan rumah tahfiz.

Ia menyampaikan pendirian yayasan tersebut karena pihaknya ingin mengoptimalkan potensi tanah yang diwakafkan yaitu dengan mendirikan Islamic Center atau pondok pesantren.

"Tapi yang jelas kami dirikan dulu rumah tahfiz, selanjutnya kami lihat dulu apakah dilanjutkan dengan membangun Islamic Centre atau pondok pesantren," katanya.

Ia menambahkan dengan besarnya potensi dan rencana yang dibuat tersebut maka pihaknya meminta masukan dan dukungan dari seluruh lapisan masyarakat setempat yang hal itu dilaksanakan pada Jumat malam (11/12).

Sementara itu, tokoh masyarakat setempat, Ismael mengatakan dengan adanya rumah tahfiz tersebut maka generasi di daerah itu menjadi hafiz dan hafizah yang dapat bersaing di tingkat nasional.

"Tentu ini akan menjadi kebanggaan bagi Padang Sago dan Padang Pariaman umumnya, namun untuk mewujudkannya merupakan tugas bersama," ujarnya.

Sejalan dengan itu tokoh masyarakat lainnya, Syahril Ali mengatakan dalam pembangunan rumah tahfiz tersebut diperlukan partisipasi masyarakat yang berada di daerah dan rantau.

"Selama ini sudah banyak pembangunan yang selesai di Padang Sago ini itu berkat kekuatan kebersamaan antara masyarakat yang ada di kampung dan di rantau," kata dia.

Sementara itu, Ketua Kerapatan Adat Nagari Koto Dalam, Kecamatan Padang Sago, Rusdi Andri Dt. Bandaro mengapresiasi ketulusan dari perantau yang telah mewakafkan tanahnya untuk menciptakan generasi penghafal Al-Quran di daerah itu.

"Keinginan ini sangat bagus, setelah berdirinya rumah tahfiz tentu akan menghasilkan hafiz Al-Quran di Koto dalam ini," ujar dia. '

Ia mengajak seluruh warga di daerah tersebut untuk mendukung pendirian rumah tahfiz di daerah itu sehingga dapat cepat dimanfaatkan sebagai pusat menghafal Al-Quran.(*)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026