Warga Pasaman minta Cagub Sumbar, Nasrul Abit normalisasi Batang Sumpur dan Sontang

id berita pasaman,berita sumbar,nasrul

Warga Pasaman minta Cagub Sumbar, Nasrul Abit normalisasi Batang Sumpur dan Sontang

Calon Gubernur Sumbar, Nasrul Abit meninjau kondisi sungai di Kabupaten Pasaman. (antarasumbar/Istimewa)

Kalau Bapak menjadi gubernur, tolong dibantu normalisasi sungai kami,
Padang (ANTARA) - Masyarakat Pasaman meminta calon Gubernur Sumatera Barat (Cagub Sumbar), Nasrul Abit melakukan normalisasi Batang Sumpur dan Sontang yang menghantui banjir pada musim hujan.

Kepala Kampung Tapus Utara, Arfan Hasibuan di Pasaman, baru-baru ini, mengatakan hal ini dirasakan warga yang bermukim di sepanjang sungai Batang Sumpur dan Batang Sontang.

Kalau banjir tiba, harta benda dan lahan pertanian mereka sering terdampak, rumah di pinggir sungai juga terancam tergerus dan karena itu, pihaknya meminta normalisasi sungai kepada Nasrul Abit yang melakukan safari politik di Nagari Panti, Kecamatan Panti dan di Tapus Utara, Nagari Padang Gelugur, Kecamatan Padang Telugur, Pasaman.

“Kalau Bapak menjadi gubernur, tolong dibantu normalisasi sungai kami,” katanya.

Ia mengatakan ancaman banjir dan penggerusan terdapat di hulu sungai Batang Sontang hingga ke Beringin dan bersambung di Batang Sumpur.

“Ribuan rumah dan ribuan hektare sawah dan pemukiman penduduk terancam. Hampir setiap hujan terjadi banjir dan permukaan sungai semakin melebar dikikis banjir,” kata Arfan.

Ketika menanggapi permintaan tersebut, Nasrul Abit meminta masyarakat menyiapkan proposal normalisasi sungai agar tim dari Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air Sumbar langsung turun ke lokasi.

“Nanti biar Khairuddin Simanjuntak yang mengawal. Beliau anggota DPRD Sumbar dari Pasaman,” ucap Nasrul Abit.

Wakil Gubernur Sumbar yang sedang cuti pilkada itu melihat langsung kondisi sungai Batang Sontang bersama masyarakat setempat.

“Kami langsung lihat langsung kondisi sungai. Insyaallah segera kita lakukan normalisasi sungai agar masyarakat aman dari penggerusan dan banjir. Kalau tak bisa normalisasi, akan dibuat bronjong,” katanya.

Pewarta :
Editor: Hendra Agusta
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar