Bernilai ekonomis, masyarakat di Tanah Datar manfaatkan pekarangan rumah budidaya jahe merah

id berita tanah datar,berita sumbar,jahe

Bernilai ekonomis, masyarakat  di Tanah Datar manfaatkan pekarangan rumah budidaya jahe merah

Manfaatkan pekarangan rumah untuk budidaya jahe merah. (Antarasumbar/Etri Saputra)

Jahe merah salah satu tanaman yang berkhasiat tinggi dan banyak diminati,
Batusangkar (ANTARA) - Masyarakat di Jorong Kapuak Koto Panjang Ponco Nagari Barulak, Kecamatan Tanjung Baru, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat manfaatkan pekarangan rumah untuk membudidayakan jahe merah yang dinilai ekonomis karena bisa menambah penghasilan.

"Jahe merah salah satu tanaman yang berkhasiat tinggi dan banyak diminati, sehingga dengan memanfaatkan perkarangan di sekitar rumah diyakini bisa menambah penghasilan terutama dimasa pandemi ini," kata Kiki Saputra (27) warga Kapuak Koto Panjang di Tanjung Baru Jum'at.

Ia mengatakan membudidayakan jahe merah baru digelutinya semenjak beberapa bulan terakhir setelah melihat hasil panen salah seorang petani lainnya di daerah itu yang bisa menghasilkan rata-rata 40 hingga 50 ribu per kilo.

Dinilai menguntungkan, ia pun mencoba menyemai satu kilo bibit jahe yang ia dapatkan dari petani tersebut.

Karena baru pemula dan lahan yang terbatas Kiki memanfaatkan karung goni bekas ukuran 30 kilo sebagai media tanam yang ditempatkan sekitaran di pekarangan rumah.
Manfaatkan pekarangan rumah untuk budidaya jahe merah. (Antarasumbar/Etri Saputra)


Ia memanfaatkan video tutorial dari youtube di gawai miliknya sebagai media belajar proses penanaman dan perawatan jahe.

"Karena baru pemula saya memanfaatkan tutorial dari youtube untuk proses belajarnya dan alhamdulillah berhasil," katanya.

Ia mengaku hingga kini karung goni yang sudah berisikan tanah untuk media tanam jahe sudah mencapai 40 hingga 50 karung.

"Awalnya hanya satu kilo bibit yang disemai dan sudah tumbuh, sekarang adaclagi bibit baru yang sudah disemai dan siap dipindahkan ke dalam karung," katanya.

Ia mengatakan untuk masa panen jahe merah bisa mencapai waktu sembilan hingga sepuluh bulan. Namun masa perawatan yang diperlukan relatif lebih ringan dibanding tanaman lain.

Tanah bekas api unggun yang dicampurkan dedak potongan kayu yang dimasukkan kecdalam karung tersebut sudah bisa sebagai pengganti pupuk.

"Kita hanya sesekali menambahkan tanah kecdalam karung jika jahe itu sudah mulai menyebar dan bertunas banyak," ujarnya.

Sebagai anggota Karang Taruna di nagari tersebut, Kiki mengajak generasi muda di daerah itu untuk tidak malu menjadi petani milenial karena bisa menjadi penggerak ekonomi.

Hal senada juga dilakukan Fadilla warga setempat yang memanfaatkan karung bekas sebagai media tanam yang diletakkan di pekarangan rumahnya.

Tidak saja membudidayakan jahe merah tapi juga tanaman lainnya seperti bawang prei dan tanaman lainnya.

Pewarta :
Editor: Hendra Agusta
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar