Ribuan lahan terlantar di Tanah Datar, masyarakat diimbau manfaatkan lahan untuk bertani

id berita tanah datar,berita sumbar,lahan tidur

Ribuan lahan terlantar di Tanah Datar, masyarakat diimbau manfaatkan lahan untuk bertani

Plt Bupati Tanah Datar Zuldafri Darma. (Antarasumbar/Etri Saputra)

Menurut catatan kami lebih kurang ada 1.400 hektare lahan tidur di Tanah Datar yang belum termanfaatkan,
Batusangkar (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat mengimbau warganya mengoptimalkan pemanfaatan lahan tidur menjadi produktif sehingga dapat mengangkat perekonomian masyarakat khususnya pada sektor pertanian.

"Menurut catatan kami lebih kurang ada 1.400 hektare lahan tidur di Tanah Datar yang belum termanfaatkan, lahan itu bisa diolah dan menghasilkan sehingga bisa menumbuhkan ekonomi masyarakat," jelas Plt Bupati Tanah Datar, Zuldafri Darma di Batusangkar, Rabu.

Ia mengatakan lahan tidur tersebut secara umum bisa dimanfaatkan untuk lahan berkebun, banyak jenis tanaman produktif yang bisa diusahakan masyarakat dan bisa menghasilkan.

Salah satu tanaman produktif yang sangat potensial yang bisa dimaksimalkan masyarakat adalah tanaman jagung mengingat permintaan jagung saat ini cukup tinggi.

Ia mengatakan dalam sehari produksi telur di Tanah Datar mencapai lebih kurang 1.6 juta butir, dengan produksi sebesar itu membutuhkan pakan jagung yang jumlahnya mencapai lebih kurang 550 ton perbulan.

Sebanyak 550 ton kebutuhan pakan ayam tersebut Tanah Datar tidak sanggup menyediakan sebanyak itu, sekitar 93 persen pakan didatangkan dari daerah luar terutama Lampung.

"Nah peluang seperti ini yang seharusnya bisa ditangkap dengan baik terutama bagi masyarakat yang memiliki lahan tidur," ujarnya.

Selain itu untuk mendorong peningkatan di sektor pertanian, ia mengharapkan petugas penyuluh pertanian mesti diberdayakan karena dianggap lebih mengetahui perkembangan teknologi pertanian.

Penyuluh lapangan diberdayakan karena beliau sehari-hari banyak bergaul dengan para petani dan mengikuti perkembangan tekonologi.

"Sebagai daerah pertanian kita harus memiliki konsep yang jelas dan terukur untuk memajukan pertanian ke arah yang lebih baik serta pemasaran barang termasuk mengatasi kelangkaan pupuk," jelasnya.

Pewarta :
Editor: Hendra Agusta
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar