Padang Aro (ANTARA) - PT Supreme Energy Muaralaboh membahas Analisis Dampak Lingkungan Hidup dan Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup serta Rencana Pemantauan Lingkungan Hidup (RKL-RPL) untuk memasuki eksploitasi dan produksi panas bumi di Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat, Selasa.
"Kami berharap produksi panas bumi tahap dua secepatnya dimulai dan semoga ini menjadi hal positif dalam pembangunan Solok Selatan," kata Senior Field Relation PT Supreme Energy Muaralaboh, Yulnofrins Napilus di Padang Aro, Selasa.
Dia menyebutkan, untuk tahap dua kemungkinan produksinya 70 megawatt dan bila akan menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) sekitar Rp15 miliar setahun.
Pembangunan tahap dua masih berada di lokasi projek di tahap satu hanya saja ada beberapa penambahan.
Dalam pembahasan adendum Andal guna pengembangan eksploitasi panas bumi di Solok Selatan diperlukan tambahan lahan 19 hektar dan penambahan panjang pipa 4.630 meter.
Adendum Andal ini untuk mengakomodasi perluasan atau penambahan lahan pada beberapa lokasi kegiatan antara lain perluasan pada beberapa area tapak sumur (welIpad).
Selain itu, juga penambahan area untuk Pembangkit Listrik Panas Bumi (PLTP) tahap dua, dan penambahan sarana dan prasarana pendukung kegiatan (pipa penyalur steam, brine dan kondensat separator dan scrubber, peralatan mitigasi silika, kantor sementara proyek).
Selain itu juga untuk memastikan bahwa kegiatan SEML telah mengikuti ketentuan-ketentuan pengelolaan sumber daya alam berwawasan lingkungan yang berkelanjutan sehingga dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya demi pembangunan ekonomi nasional secara umum, khususnya pembangunan ekonomi dan sosial di Kabupaten Solok Selatan.
Kepala Dinas Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup Solok Selatan, Amril Bakri berharap, tahap dua eksploitasi panas bumi oleh Supreme Energy juga berhasil seperti tahap pertama demi kemajuan Solok Selatan.
"Dengan adanya panas bumi di Solok Selatan diharapkan bisa memenuhi kebutuhan energi listrik skala nasional," ujarnya.
Pembahasan adendum Andal PT Supreme Energy melibatkan sejumlah OPD serta tokoh masyarakat di sekitar projek.
