Logo Header Antaranews Sumbar

Metode Inkuiri Diperkenalkan di Sekolah Pelosok

Rabu, 1 Mei 2013 07:35 WIB
Image Print

Kutai Kertanegara, (Antara) - Metode belajar mengajar inkuiri yang berbasis pada pertanyaan diperkenalkan di tiga sekolah dasar (SD) pelosok di Desa Muara Pantuan, Sepatin, dan Tani Baru, kawasan delta Sungai Mahakam, Kalimantan Timur. Kepala SD Negeri 014 Tani Baru Darta di Anggana, Kutai Kertanegara, Selasa, mengatakan metode itu cukup membantu pada guru dalam memimpin proses belajar mengajar, sedangkan pada dasarnya anak-anak akan mencari tahu jawaban sendiri dengan ide-idenya. "Kurikulum ke depan mirip seperti metode inkuiri ini, jadi lebih banyak praktik di lapangan, anak-anak jadi termotivasi," kata dia. Penerapan metode pembelajaran inkuiri itu, katanya, dilakukan oleh lima ilmuwan muda selama enam bulan, sejak November 2012. Mereka membagikan ilmu pengajaran inkuiri itu kepada para guru di SD Negeri 014 Tani Baru dan dua sekolah lainnya. Saat pelaksanaan metode inkuiri pada bulan pertama, katanya, diadakan observasi, dilanjutkan pendataan pada bulan kedua, sedangkan pada bulan ketiga dilakukan pengajaran, bulan keempat dilakukan aksi, sedangkan bulan kelima evaluasi, bulan keenam atau yang terakhir berupa umpan balik. Darta berharap kegiatan penyampaian metode mengajar inkuiri oleh lima ilmuwan muda selama enam bulan yang merupakan CSR dari Total E&P Indonesia itu dapat dilanjutkan, karena bermanfaat positif dalam kegiatan belajar mengajar. Seorang pengajar atau ilmuwan muda lulusan Fakultas MIPA Institut Teknologi Bandung (ITB) Fanny Aditya mengatakan program memperkenalkan metode belajar inkuiri itu bermanfaat untuk pembelajaran siswa. Ia berharap program tersebut dapat berlanjut tidak saja di Anggana, akan tetapi juga wilayah terpencil lain di Indonesia. Menurut dia, enam bulan memperkenalkan metode belajar inkuiri memang belum dapat diketahui apakah berpengaruh terhadap peningkatan nilai anak-anak. Akan tetapi, katanya, paling tidak dalam kurun waktu tersebut sudah mampu membuat anak-anak lebih tertarik belajar IPA dan bersemangat untuk selalu bertanya. Advisor for Research and Education Total E&P Indonesie (TEPI) Deden Supriyatman mengatakan kegiatan itu memperkenalkan satu metode baru belajar berdasarkan pendekatan mempertanyakan sesuatu. "Ini termasuk bagian program 'Fresh Graduate Participation in Science' (FGPS) dari Total E&P Indonesie, sengaja yang mengajarkan metode pembelajaran inkuiri ini semua mahasiswa 'fresh graduate' dari beberapa universitas yang sudah terpilih," katanya. Metode belajar inkuiri, kata dia, baru pertama diterapkan di Indonesia, dan diadopsi dari Prancis. Ia mengatakan metode itu ternyata disukai murid-murid di Desa Muara Pantuan, Sepatin, dan Tani Baru, di kawasan delta Sungai Mahakam. Ia berharap, metode belajar serupa dapat diterapkan di tempat lain. "Harapannya dapat diterapkan di tempat lain dan perusahan lain. Karena di sini kan paling tidak ada 60 perusahaan migas lain, jadi mereka bisa bantu menyebarkan metode belajar yang baik seperti ini," kata dia. TEPI dan SEAMEO menerjunkan lima lulusan sarjana potensial yang mendedikasikan diri untuk tinggal di desa terpencil tersebut. Selama enam bulan, lima pengajar muda itu membantu melatih guru dalam menerapkan metode pengajaran berbasis inkuiri, khususnya di bidang sains. (*/sun)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026