Logo Header Antaranews Sumbar

Target Pengembangan Komoditi Jagung Sumbar Belum Terpenuhi

Selasa, 30 Oktober 2012 22:06 WIB
Image Print
Jagung. (ANTARA)

Padang, (ANTARA) - Gubernur Sumatera Barat, Irwan Prayitno mengakui, target pengembangan komoditi kakao di wilayah Sumbar belum dapat terpenuhi. Padahal, target tersebut menjadi salah satu prioritas karena jagung merupakan salah satu komoditi unggulan dan produk strategis daerah ini, katanya di Padang, Selasa. Hal itu disampaikannya dalam nota pengantar rancangan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) RAPBD Sumbar 2013. Karena itu, tambahnya, pencapaian target pengembangan komoditi jagung tetap menjadi salah satu perhatian penting Pemprov Sumbar pada 2013 yang dituangkan dalam program dan kegiatan dibiayai APBD tahun depan. Ia mengatakan, pengembangan jagung dilakukan juga bagian dari kegiatan ekonomi daerah dalam rangka meningkatkan pendapatan masyarakat, sekaligus menaikan nilai ekspor Sumbar. Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Sumbar dalam pelaksanaan Pembangunan Jangka Menengah Daerah (PJMD) 2011-2015 telah menargetkan peningkatan produktifitas hasil panen jagung daerah ini. Untuk tahun pertama pelaksanaan PJMD 2011-2015 ditargetkan produktifitas jagung Sumbar mencapai 60,03 kwintal/hektar/tahun meningkat dari tahun 2010 yang tercapai 51,11 kwintal/hektar/tahun, kata Prayitno. Ia menyebutkan, selanjutnya target produktivitas tersebut ditingkatkan dari tahun ke tahun dengan rincian untuk 2012 ditargetkan naik menjadi 61,49 kwintal/hektar/tahun dan di 2013 kembali meningkat menjadi 62,95 kwintal/hektar/tahun. Kemudian, untuk 2014 produktivitas jagung Sumbar ditargetkan naik lagi menjadi 64,41 kwintal/hektar/tahun dan kembali naik menjadi 65,87 kwintal/hektar/tahun pada 2015. Terus dinaikannya target itu tidak lepas dari keberhasilan Sumbar yang cukup mampu meningkatkan produktivitas hasil panen jagung selama pelaksanaan PJMD periode-I (2006-2010). Ia menjelaskan, pada 2006 produktivitas jagung Sumbar tercapai 47,04 kwintal/hektar/tahun, kemudian naik menjadi 51,70 kwintal/hektar/tahun pada 2007 dan kembali meningkat di 2008 menjadi 55,65 kwintal/hektar/tahun serta di 2009 kembali naik menjadi 57,11 kwintal/hektar/tahun, namun 2010 turun menjadi 51,11 kwintal/hektar/tahun. Sementara dari volume produksi jagung Sumbar mencapai 410.090 ton pipilan kering naik 16,55 persen ddibanding tahun sebelumnya. Upaya meningkatkan produktivitas jagung daerah ini antara lain dengan penggunaan benih unggul bermutu varietas hibrida dan komposit yang berpengaruh dalam meningkatkan produktivitas dibandingkan varietas lokal. Sumbar lima tahun ke depan mencanangkan tekad mencapai volume produksi jagung mencapai 600 ribu ton/tahun dari saat ini baru mencapai sekitar 400 ribu ton per tahun, untuk itu para kepala daerah di sentra produksi agar menginventarisir lahan tadah hujan maupun lahan kering untuk bisa dikembangkan menjadi lahan komoditi ini. (*/hen/jno)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026