BMD Bukittinggi target bantu pengembangan usaha 400 mustahik di tahun pertama

id Noor Azis

Kepala Baznas Microfinance Desa (BMD), Noor Azis. (Antara Sumbar/ Ira Febrianti)

Bukittinggi, (Antaranews Sumbar) - Baznas Microfinance Desa (BMD), menargetkan dapat membantu melayani permodalan dan pengembangan usaha bagi 400 mustahik di tahun pertama berjalannya program itu.

"Itu target selama setahun namun yang jelas semaksimal mungkin kami upayakan bisa melayani mustahik yang berhak dibantu," kata Kepala BMD, Noor Azis usai peluncuran BMD di Bukittinggi, Rabu.

BMD merupakan lembaga keuangan mikro nirlaba berperan membantu usaha kecil yang dijalankan mustahik dengan dukungan dana zakat untuk kebutuhan sosial dan dana sedekah untuk kebutuhan modal bergulir.

Dalam pelayanan, ia mengatakan hanya mustahik yang memenuhi kriteria saja yang berhak dibantu.

Kriteria tersebut di antaranya mustahik adalah pelaku usaha mikro dengan modal di bawah Rp15 juta, pendapatan setiap bulan di bawah upah minimun regional (UMR), memiliki etos kerja dan memiliki komitmen untuk bangkit dan maju.

Sasaran akhir dari BMD yaitu melepaskan mustahik dari kesulitannya saat ini hingga selanjutnya bisa bangkit dan menjadi muzaki.

Sebelum di Bukittinggi, BMD telah diluncurkan di Bogor, Jawa Barat pada Juli 2018 dan selanjutnya direncanakan hadir di Lombok.

"Setelah di Bukittinggi, yang ke tiga kami rencanakan di Lombok yang beberapa waktu lalu dilanda bencana gempa. Kami sudah asesmen di sana dan akan kembali dalami lagi," katanya.

Seperti halnya di Bukittinggi, ia mengatakan rencana peluncuran BMD di Lombok sudah didukung oleh jajaran pemerintah provinsi dan kabupaten setempat.

Wali Kota Bukittinggi, M Ramlan Nurmatias usai peluncuran BMD di Bukittinggi mengingatkan penerima manfaat serius mengelola bantuan yang diterima untuk kebutuhan usaha yang dijalankan.

"Baznas punya program yang jelas dan kami harap penerima memanfaatkan dengan serius karena pihak BMD akan melakukan evaluasi terhadap setiap penerima manfaat," katanya. (*)
Pewarta :
Editor: Mukhlisun
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar