Logo Header Antaranews Sumbar

Penataan Ruang Harmoniskan Lingkungan Alam dan Buatan

Selasa, 30 Oktober 2012 21:54 WIB
Image Print

Padang, (ANTARA) - Peneliti Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota Universitas Bung Hatta (UBH) Hamdi Nur mengatakan rencana penataan ruang dalam pengelolaan kegiatan pembangunan merupakan satu kebutuhan karena dapat mewujudkan keharmonisan antara lingkungan alam dan buatan dari sebuah proyek. Penataan ruang juga merupakan salah satu jalur dalam pengelolaan kegiatan pembangunan fisik suatu daerah, katanya di Padang, Selasa. Selain dapat mewujudkan keharmonisan lingkungan, menurut dia, tujuan diterapkannya penataan ruang juga untuk menciptakan keterpaduan dalam penggunakaan sumebr daya alam buatan dengan manusia (sumber daya manusia). Ia menambahkan, penataan ruang juga ditujukan untuk mewujudkan pelindungan fungsi ruang dan pencegahan dampak negatif terhadap lingkungan akibat pemanfaatan ruang. Hal itu sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam UU Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang, katanya. Ia menjelaskan, penyusunan rencana tata ruang merupakan langkah pertama penataan ruang wilayah khususnya pedesaan, dengan demikian dapat mengarahkan dan mengelola pengembangan berbagai potensi sumberdaya alam dan antisipasi terhadap kerawanan terhadap bencana alam. Penataan ini juga terkait berbagai kondisi wilayah, dari dari memiliki fisiografi kurang beragam (relatif homogen) sampai dengan keragaman yang tinggi, tambahnya. Menurut dia, wilayah dengan fisiografi yang beragam disebabkan oleh aneka proses geologi yang terjadi. Wilayah dengan pola fisiografis yang beragam seperti bergunung, berbukit, dataran tinggi, dataran rendah, dataran aluvial dan lainnya memiliki potensi dan limitasi pengembangan wilayah spesifik sesuai peluang dan kendala fisiografisnya. Pada wilayah dengan fisiografi beragam itu dimungkinkan untuk pengembangan potensi berbagai sumber daya alam seperti aneka komoditi pada sektor pertanian, pengembangan sumberdaya mineral pada sektor pertambangan dan pengembangan objek wisata. Namun, kata Hamdi, disisi lain sering terdapat limitasi yang disebabkan oleh kerawanan bencana geologis seperti gempa dan gerakan tanah. Wilayah dengan fisiografi beragam juga memiliki potensi dan kendala spesifik sehingga dalam penyusunan rencana tata ruang perlu didekati berdasarkan karakteristik fisiografinya. (*/hen/jno)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026