
Pria Rusia Ancam Ledakkan Pesawat

Singapura, (Antara/AFP) - Seorang penumpang asal Rusia didakwa di pengadilan Singapura pada Senin, karena mengancam "meledakkan" pesawat dalam penerbangan tujuan Singapura jika tidak diberi air minum. Vlada Vitaly (26 tahun) menumpang Singapore Airlines (SIA), yang terbang dari Moskow ke Singapura pada Selasa pekan lalu dan ia meminta air pada seorang pramugara serta berucap, "Sebaiknya kamu segera kembali pada saya. Jika tidak, maka saya akan meledakkan pesawat ini," demikian dokumen sidang, yang diperoleh AFP. Terdakwa menghadapi tuntutan pelanggaran hukum berupa "tindakan mengancam" dan perbuatan itu diancam hukuman penjara maksimal dua tahun. Harian "The Straits Times" melaporkan Vitaly mengatakan dalam sidang bahwa ia meminta air pada pramugara lalu berpaling pada teman perjalanan yang duduk di sebelahnya serta berkata dalam bahasa Rusia bahwa ia mungkin bisa muntah apabila tidak mendapat air minum. Vitaly mengatakan, mungkin kata-katanya itu menjadi sumber kesalahpahaman karena bahasa Rusia untuk "muntah" terdengar seperti "meledakkan" dalam bahasa Inggris (blow up), kata "Straits Times". Sidang kasus tersebut akan digelar kembali pada Rabu dan Vitaly akan diminta meninggalkan negara kota itu serta kembali lagi untuk sidang pada Juni mendatang, tulis surat kabar itu. Itu ancaman bom kedua terhadap penerbangan SIA dalam seminggu terakhir. Pada Sabtu, SIA yang mengangkut 280 orang penumpang dari Manila diperiksa oleh polisi karena adanya "potensi kecelakaan keamanan". Polisi tidak menahan siapa pun dan menolak memberi keterangan atas kasus tersebut, namun sumber yang paham akan hal seperti itu mengatakan kepada AFP bahwa telah terjadi ancaman bom olok-olok. (*/sun)
Pewarta: Inter
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026
