Logo Header Antaranews Sumbar

Setelah Cepa, Ada Investasi 50 Miliar Dolar

Sabtu, 20 April 2013 00:41 WIB
Image Print
MS Hidayat

Jakarta, (Antara) - Menteri Perindustrian MS Hidayat mengatakan setelah perundingan Kesepakatan Kemitraan Ekonomi Menyeluruh Indonesia-Korea Selatan (IK-CEPA) bakal ada investasi yang mengalir 50 miliar dolar AS untuk pembangunan berbagai sektor. "Korea setuju dengan investasi pembangunan jalan tol sepanjang 500 Km dan industri baja," ujar MS Hidayat seusai bertemu dengan Menteri Perdagangan, Industri, dan Energi Republik Korea Selatan Yoon Sang-jick di Jakarta, Jumat. Selanjutnya kata dia investasi pembangunan industri petrokimia untuk mengurangi beban impor bahan baku kimia yang selama ini mencapai 8 miliar dolar AS per tahun. "Produsen petrokimia asal Korea Selatan, Honam dan Pertamina yang mau membangun industri itu harus didukung penuh, supaya ketergantungan Indonesia pada importasi bahan baku petrokimia dihapus,"ujarnya. Dia mengatakan Korea menyarankan pembangunan industri perkapalan yang kuat untuk mendukung transportasi antar pulau. "Saya tadi bilang bahwa kita akan memperkuat industri perkapalan dan Korsel menyarankan kalau mau cepat dan sukses, lebih baik industri itu ditangani perusahaan besar milik pemerintah atau swasta yang ditugasi pemerintah,"katanya. Jadi, lanjutnya, seperti di Korea ada satu perusahaan besar yang ditugasi untuk membangun industri galangan kapal. Terkait dengan realisasi investasi produsen petrokimia asal Korea Selatan, Honam, ia mengatakan produsen tersebut tinggal menunggu kepastian Indonesia soal penyediaan lahan/tanah. Investasi yang akan ditanamkan Honam, menurut Hidayat, mencapai 6 miliar dolar untuk pembangunan pabrik petrokimia terpadu, termasuk kilang refinery. Honam melalui PT Titan Kimia Nusantara Tbk (FPNI) baru memiliki lahan seluas 37 hektare di Cilegon, Banten dari total kebutuhan 100 hektare. "Dengan mempertimbangkan sisi keekonomisan, kekurangan lahan maka dicari lokasi yang terdekat yakni milik PT Krakatau Steel Tbk (KRAS)," ujarnya. Lokasi lahan Krakatau Steel dinilai ideal karena selain bersebelahan dengan lahan milik Titan, lahan tersebut juga memiliki akses langsung ke pelabuhan sehingga memudahkan masuknya kapal-kapal pengangkut bahan baku. (*/sun)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026