
UN SLTP di Sumbar Optimis Tepat Waktu

Padang, (Antara) - Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno mengatakan pelaksanaan Ujian Nasional (UN) untuk Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP) optimistis tepat waktu yang ditetapkan, karena soal sudah sampai di Bandara Internasional Minangkabau (BIM) Jumat siang. "Pendistribusian soal untuk UN SLTP di wilayah Sumbar pada 21 April 2013. Khusus untuk Kepulauan Mentawai sudah sampai di kapolsek-kapolsek pada Jumat siang, karena pengiriman sejak Rabu," kata Irwan Prayitno di Padang, Jumat. Ia menjelaskan, sudah sampai soal untuk UN SLTP tentu diharapkan masyarakat merasa nyaman, terutama bagi siswa yang akan fokus mengikuti ujian awal pekan. Laporan yang diperoleh dari percetakan oleh Disdik Sumbar, soal yang datang di BIM yakni mata pelajaran Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris dengan jumlah cukup. Kepala Dinas Pendidikan Sumbar Syamsurizal menambahkan, jumlah perserta UN tingkat SMP/MTs pada 19 kabupaten dan kota di Sumbar sebanyak 83.715 orang. Pendistribusian dua jenis soal UN yang sudah datang itu, dilakukan pada Minggu pagi karena sampai Sabtu malam proses sortir oleh panitia penyelenggara di Universitas Andalas (Unand) Padang. "Pelaksanaan UN tingkat SLTP tepat waktu. Sedangkan soal Matematikan dan IPA diperkirakan tiba di Padang pada Senin pagi (22/4), pada hari berikutnya didistribusikan ke kabupaten/kota," ujarnya. Pendistribusian tentu diutamakan kabupaten yang jauh-jauh, seperti Pasaman Barat, Pasaman, Dharmasraya dan Solok Selatan sehingga tak molor waktu. Ia mengingatkan, panitia UN di kabupaten dan kota untuk pendistribusian ke sekolah-sekolah lebih tepat waktu, sehingga tidak mengganggu pelaksanaannya. Jadi, harus ditekan kendala-kendala yang dapat menggangu atau memperlambat proses UN, karena jumlah soal sudah cukup dan berbeda kondisinya dengan pelaksanaan UN tingkat SLTA yang lalu. Peserta UN tingkat SLTA/MA di Sumbar untuk tahun 2013 ini sebanyak 49.026 orang, untuk tingkat SLTP/ MTs sebanyak 83.715 orang dan untuk tingkat SD/MI sebanyak 101.816 orang. UN Susulan Data peserta UN susulan tingkat SLTA sebanyak 2.203 dari total 49.026 orang, sudah dikirimkan ke Pusat Penilaian Pendidikan (Pusdisdik). Pelaksanaan Ujian Nasional (UN) susulan tingkat SLTA untuk sebanyak 2.203 pelajar ditargetkan tepat waktu pada 22 April 2013 mendatang. "Kita sudah mendapatkan informasi dari percetakan soal UN susulan untuk SLTA telah selesai, dijadwalkan sampai di daerah pada Sabtu malam," kata Kadisdik Sumbar Syamsurizal. Tepat waktu pelaksanaan UN susulan SLTA, sehingga masyarakat merasa nyaman, terutama kalangan pelajar yang akan melaksanakannya. Terkait jumlahnya UN susulan SLTA tidak banyak, sehingga proses pembuatan dan distribusi soal nantinya bisa lebih cepat. Peserta UN susulan dominan di tingkat Madrasah Aliyah (MA) yang disebabkan faktor tak ada naskah, hanya sebagian kecil karena sakit. "Dari 19 kabupaten/kota di Sumbar, terdapat empat kabupaten/kota yang tidak ada pelajarnya UN susulan, meliputi Kota Bukittinggi, Pariaman, Sawahlunto dan Kabupaten Kepulauan Mentawai," katanya. Jadi, rekapitulasi peserta UN susulan tingkat SMA/MA dilihat permata pelajaran berjumlah Bahasa Indonesia 750 orang, Bahasa Inggris 277 orang, Matematika 296 orang, Fisika 91 orang, Kimia 89 orang, Biologi 89 orang. Berikutnya mata pelajaran Ekonomi 17 orang, sosiologi 11 orang, geografi sembilan orang, Sastra 141 orang, Antropologi 126 orang, Tafsir 165 orang, Fikih 161 orang dan Hadis 161 orang. Menurut dia, pelaksanaan UN susulan hanya sekali, jadi bagi yang tidak ikut atau tak lulus maka harus mengikuti ujian paket C yang dijadwalkan pelaksanaannya berlangsung Juni mendatang. Peserta UN tingkat SLTA/MA di Sumbar untuk tahun 2013 ini sebanyak 49.026 orang, untuk tingkat SLTP/ Mts sebanyak 83.715 orang dan untuk tingkat SD/MI sebanyak 101.816 orang. Sekolah penyelenggara UN di Sumbar tercatat 1.318 terdiri atas 241 SMA, 85 MA, 150 SMK, untuk 642 SMP, 195 MTs. Sedangkan sekolah bergabung sebanyak 19 SMA, 99 MA, 23 SMK, 76 SMP, 173 MTs atau totalnya 399 sekolah.(Sir)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
