
Sensus Penduduk Daring di Payakumbuh telah 3,65 persen

Payakumbuh (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Payakumbuh, Sumatera Barat mencatat pelaksanaan sensus penduduk yang menggunakan metode dalam jaringan (daring) telah mencapai angka 3,65 persen dari target tujuh persen.
"Tahun 2020adalah tahun pelaksanaan sensus penduduk yang dilaksanakan secara serentak. Ini pelaksanaan sensus penduduk yang ketujuh kali," kata Plt Kepala BPS Kota Payakumbuh Hefinanur di Payakumbuh, Kamis.
Pada tahun ini, katanya BPS menggunakan dua metode, yakni metode daring dan metode wawancara. Untuk metode sensus daring telah dilaksanakan semenjak 15 Februari sampai dengan 31 Maret.
"Sedangkan untuk metode wawancara akan dilaksanakan Juli mendatang. Dengan pelaksanaan dua metode kali ini diharapkan dapat membuat hasil lebih cepat dan lebih baik," sebutnya.
Ia mengatakan dalam satu bulan pelaksanaan sensus penduduk metode daring, angka capaiannya baru 3,65 persen dari target tujuh persen capaian.
"Kita di BPS Kota Payakumbuh sudah melakukan pencacahan ke sembilan sekolah, sebab dengan satu kali datang jumlah yang akan didapatkan cukup besar," katanya.
Selain itu, pihaknya juga telah bekerja sama dengan Pemerintah Kota Payakumbuh untuk ikut menyukseskan sensus penduduk 2020.
Beberapa permasalahan yang saat ini didapatkan ketika pelaksanaan sensus penduduk daring di lapangan adalah jaringan yang terkadang kurang bagus sehingga proses yang dilakukan tidak bisa terlalu cepat.
"Target dari metode daring ini kan sebenarnya mandiri yang bisa dilakukan oleh setiap orang tanpa didatangi BPS. Tapi karena ini pertama kali tentu kita tetap melakukan pendampingan," sebutnya.
Dengan sisa hari yang kurang lebih hanya 19 hari, pihaknya telah menyiapkan rencana daerah dan kantor yang akan dikunjungi dan diberikan pendampingan.
"InsyaAllah kita akan semaksimal mungkin membuat target kita tercapai. Memang semua tergantung perencanaan kita," kata dia.
Sebenarnya, tidak lah sulit untuk masyarakat untuk ikut dalam sensus penduduk menggunakan metode daring ini. Sebab, masyarakat tidak sepenuhnya mengisi secara manual.
Ia menjelaskan setelah masyarakat masuk ke web sensus.bps.go.id nantinya masyarakat akan mengisikan NIK dan nomor kartu keluarga. Yang sudah menikah akan diminta untuk mengisi nomor kartu nikah atau akta nikah.
"Apabila datanya cocok, masyarakat hanya perlu mengisi beberapa lagi dan memperbaharui data yang sudah berubah. Sebenarnya tidak sulit," ujarnya. (*)
Pewarta: Akmal Saputra
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
