Logo Header Antaranews Sumbar

Ratusan Murid SD Sikat Gigi Bersama

Senin, 29 Oktober 2012 21:14 WIB
Image Print

Padang, (ANTARA) - Ratusan murid Sekolah Dasar (SD) se-Kota Padang mengikuti acara sikat gigi bersama dalam rangka peringatan Bulan Bakti Kesehatan Gigi yang diadakan Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Baiturrahmah bekerjasama dengan PT Unilever Indonesia Tbk. "Murid SD tersebut diajari bagaimana cara sikat gigi yang baik dan benar," kata Direktur Rumah Sakit Gigi dan Mulut Baiturrahmah, Yenita Alamsyah, di Padang, Senin. Dia menambahkan, sikat gigi bersama salah satu bentuk kampanye edukasi sejak dini dan upaya meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut. "Kami memberikan edukasi sejak dini kepada murid SD bagaimana cara menyikat gigi secara benar," katanya. Menyikat gigit merupakan salah satu kebiasan yang harus ditanamkan sebagai gaya hidup sehat sejak masa kanak-kanak. "Cara tersebut dilakukan secara teratur menjadi langkah awal untuk mencegah gigi berlubang," kata Yenita. Dia menyebutkan, sikat gigi bertujuan tidak hanya untuk kebersihan gigi, tetapi juga memastikan setiap gigi sehat dan tidak gampang mengalami masalah. "Sebaiknya menyikat gigi dua kali sehari dan lakukan setiap hari untuk mencegah kerusakan plak. Mikro organisme pada plak dapat menyebabkan gigi berlubang. Untuk menghilangkan plak setiap hari, lebih baik untuk menggosok gigi setelah sarapan, siang hari dan sebelum tidur malam," jelas dia. Menurutnya, berdasarkan data hasil Bulan Kesehatan Gigi Nasional (BKGN) tahun 2011 di Rumah Sakit Gigi dan Mulut Baiturrahmah, terhitung sebanyak 84,1 persen dari 2.850 pengunjung memiliki permasalahan gigi. Data tersebut menunjukan kesadaran masyarakat Sumbar untuk memeriksakan gigi masih rendah, persoalan ini harus segera diatasi. Untuk menjaga agar gigi sehat, tambah dia, rutin memeriksakan gigi yang direkomendasikan setidaknya dua kali dalam satu tahun. "Dokter gigi akan melakukan pemeriksaan menyeluruh, mulut, lidah dan gusi. Atau akan mendeteksi jika ada penyakit atau masalah selama pemeriksaan gigi," kata dia. Dia berharap, BKGN terus dilakukan secara kontiniu sehingga dapat menjadi salah satu saran bagi kami mengedukasi seluruh lapisan masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut. (*/zon/jno)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026