
DKPP Gelar Sidang Terakhir Bawaslu-KPU

Jakarta, (Antara) - Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) menggelar sidang terakhir gugatan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) terhadap Komisi Pemilihan Umum (KPU) di Jakarta, Rabu. Sidang dipimpin oleh Ketua Majelis sidang Jimly Asshiddiqie dan tiga anggota Nur Hidayat Sardini, Valina Singka dan Saut Hamonangan Sirait. "Sidang ini menjadi yang terakhir sebelum kita sampai pada sidang putusan," kata Jimly membuka persidangan. Bawaslu dan LSM Correct mengadukan ketua dan komisioner KPU karena tidak menjalankan fungsi mereka sebagai penyelenggara Pemilu, dengan menolak menindaklanjuti Keputusan Bawaslu Nomor 012/SP-2/Set.Bawaslu/I/2013. Keputusan Bawaslu tersebut berisi rekomendasi yang mengabulkan keinginan Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) menjadi peserta Pemilu 2014. KPU pun akhirnya mengikutsertakan PKPI sebagai peserta Pemilu, setelah gugatan partai Sutiyoso tersebut dimenangkan Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PTTUN) Jakarta. Sidang pemeriksaan, Rabu, merupakan yang ketiga kalinya dengan agenda mendengarkan pernyataan saksi ahli, baik dari pengadu maupun teradu. Saksi ahli yang diajukan Bawaslu adalah Andi Irman Putrasidin dan Anna Erliyana, sementara dari KPU menghadirkan mantan wakil ketua KPU Ramlan Surbakti, akademisi Riawan Tjandra dan pengamat Didik Supriyanto. "Dihadirkannya para Ahli tersebut untuk kepentingan kajian secara ilmiah, sesuai disiplin ilmu masing-masing. Bagi majelis sidang, keterangan itu dapat memberikan pemahaman dan pespektif dalam rangka pengambilan Putusan DKPP," kata Nur Hidayat Sardini. Hadir dalam sidang dari pihak teradu adalah Ketua KPU Husni Kamil Manik, serta enam komisioner yaitu Ida Budhiati, Sigit Pamungkas, Juri Ardiantoro, Arief Budiman, Hadar Nafis Gumay dan Ferry Kurnia Rizkiyansyah. Sementara dari pihak pengadu dihadiri Ketua Bawaslu Muhammad dan tiga anggota Endang Wihdatiningtyas, Daniel Zuchron, Nelson Simanjuntak, sekaligus pengadu dari LSM Correct Refly Harun. (*/jno)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
