Harga cabai merah di Dharmasraya tembus Rp48.000 perkilogram

id harga cabai,dharmasraya,sumbar,berita dharmasraya,berita sumbar

Harga cabai merah di Dharmasraya tembus Rp48.000 perkilogram

Pedagang melayani pembeli di Pasar Sikabau, Kecamatan Pulau Punjung, Senin (9/12). Harga cabai merah naik dari Rp40.000 menjadi Rp48.000 per kilogram karena pasokan berkurang. (ANTARASUMBAR/Ilka Jensen)

Pulau Punjung, (ANTARA) - Harga cabai merah di pasar tradisional Sikabau, Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat, naik dari Rp40.000 menjadi Rp48.000 perkilogram.

"Pasokan kurang menjadi pemicu naiknya harga cabai hari ini," kata pedagang di Pasar Sikabau, Kecamatan Pulau Punjung, Iman (43), di Pulau Punjung, Senin.

Menurut dia pasokan berkurang disebabkan petani di sejumlah daerah tidak memanen cabai akibat cuaca hujan sejak seminggu terakhir.

"Kami rasa karena cuaca selalu hujan, petani tidak berani panen, kalau dipaksakan tentu cabai membusuk. Sehingga pasokan berkurang, sementara permintaan tinggi," katanya.

Sementara, pedagang lainya Apri (46), mengungkapkan naiknya harga cabai karena pasokan yang berkurang.

"Dibandingkan minggu lalu harga cabai hanya Rp38.000 sampai Rp40.000 per kilogram, tergantung kualitasnya," katanya.

Ia menambahkan komoditas yang stabil adalah tomat di kisaran harga Rp10 ribu per kilogram dan kentang Rp12 ribu per kilogram. Kemudian cabai rawit kisaran Rp30 ribu, cabai hijau Rp24.000 hingga Rp28.000 per kilogram.

Ibu Rumah Tangga, Jannah (55) mengaku tetap membeli cabai merah dengan harga tinggi untuk memenuhi kebutuhan.

Meski demikian, ia berharap pemerintah setempat segera mengambil langkah agar harga cabai kembali turun, karena kalau tinggi akan membebani masyarakat. (*)

Pewarta :
Editor: Mukhlisun
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar